Lakpesdam PCNU Garut Umumkan Sembilan Pemenang Sayembara Menulis Nasional

|

GUGAH — Sayembara Menulis Tingkat Nasional yang diselenggarakan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kabupaten Garut resmi berakhir. Panitia mengumumkan sembilan pemenang dari tiga kategori, yakni resensi buku, pesantren, dan tokoh.

Kompetisi tersebut diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Karya-karya yang masuk mengangkat beragam tema, mulai dari pemikiran tokoh, sejarah dan kiprah pesantren, hingga gagasan keislaman dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Pada kategori resensi buku, juara pertama diraih M. Deni Hidayatullah dari Sumenep, Jawa Timur, melalui karya berjudul Menjaga Pelita Umat dari Pinggiran Pesantren, yang mengulas buku Ajengan Cipasung karya Iip D. Yahya.

Juara kedua diraih Andik Wahyun Muqoyyidin dari Jombang, Jawa Timur, dengan tulisan Keberanian Moral di Balik Kiai Nyentrik, sebuah resensi buku Kiai Nyentrik Membela Pemerintah karya KH Abdurrahman Wahid. Sementara juara ketiga diraih Eko Siam Muwardi dari Garut, Jawa Barat, melalui karya Lebih dari Sekadar Profit: Mengapa Dunia Modern Membutuhkan “Bisnis Rahmatan Lil ‘Alamin”?, yang mengulas buku Al-Amin: Jejak Bisnis Sang Rahmatan Lil ‘Alamin karya KH Yayan Bunyamin.

Baca Juga:  Usai Dilantik, Waka II Baznas Cianjur Langsung Respon Cepat Datangi Warga yang Tinggal di Kandang Domba

Pada kategori pesantren, juara pertama diraih M. Habib An Nizam Tanjung dari Malang, Jawa Timur, dengan karya Nurul Haq: Mengulas Pesantren Tua di Sudut Provinsi Jambi. Posisi juara kedua ditempati Ai Sani Saniah dari Garut, Jawa Barat, melalui tulisan Hidayatul Faizin: Lentera di Batas Timur.

Adapun juara ketiga kategori ini diraih Yesrun Eka, S. dari Sleman, DI Yogyakarta, dengan karya berjudul PP Al-Falah Biru: Benteng Pendidikan di Pasundan.

Sementara itu, kategori tokoh menempatkan Fery Mulyadi dari Siak Hulu, Riau, sebagai juara pertama. Ia mengangkat perjalanan Dr. H. Syafwi Khalil, M.Pd., melalui karya berjudul Jejak-Jejak Perjuangan Dr. H. Syafwi Khalil, M.Pd.; “Tukang Sapu” yang Menjadi Pahlawan Pendidikan dan Pencetus Pertama Sekolah Islam Terpadu (SIT) di Provinsi Riau.

Juara kedua diraih Atkia Siti Apipah dari Garut, Jawa Barat, dengan tulisan Kyai Aceng Mahmud Abdussomad Banyureusmi: Santri yang Jadi Tameng Kyai. Sedangkan juara ketiga diraih Istingatun Karomah dari Cilacap, Jawa Tengah, melalui karya Merawat Cahaya Pesantren: Kiprah dan Dedikasi KH Badawi Hanafi di Bumi Al-Ihya Ulumaddin Cilacap.

Lakpesdam PCNU Garut menyampaikan selamat kepada seluruh pemenang atas capaian yang diraih. Apresiasi juga diberikan kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam sayembara tersebut.

Baca Juga:  Bang Jo Tegaskan Ansor Harus Satu Barisan, Beda Pilihan Jangan Tinggalkan Konflik

Sebagai bentuk penghargaan terhadap karya peserta, naskah yang telah masuk dan dinyatakan memenuhi uji kelayakan redaksi akan dipublikasikan secara bertahap. Publikasi direncanakan melalui NU Jabar Online dan GUGAH.CO

Melalui sayembara ini, karya tulis peserta diharapkan dapat memperkaya khazanah literasi, dokumentasi sejarah pesantren, pemikiran tokoh, serta perkembangan kehidupan keislaman di berbagai daerah.***

Baca Juga:  Persib Tunda Pulang ke GBLA, Tiga Laga Oktober Digelar di Jalak Harupat

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran