GUGAH — Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Garut menggelar Latihan Kader Dasar (LKD) II di Balai Diklat KB Kabupaten Garut, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan yang diikuti 34 peserta tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ideologi, kapasitas kepemimpinan, dan kemandirian kader perempuan muda Nahdlatul Ulama.
Mengusung tema “Menguatkan Ideologi, Kepemimpinan, dan Menumbuhkan Kemandirian”, kegiatan ini diikuti pengurus PC Fatayat NU Garut serta perwakilan dari sejumlah Pimpinan Anak Cabang (PAC), yakni Samarang, Sukaresmi, Singajaya, Peundeuy, Banjarwangi, Cisompet, Selaawi, dan Caringin.
Ketua Panitia, Hendarsita Amartiwi, menyampaikan bahwa LKD merupakan bagian dari amanah Pimpinan Pusat kepada Pimpinan Cabang dalam rangka pengembangan dan penguatan kader Fatayat NU. Menurutnya, proses kaderisasi perlu dijalankan secara berjenjang agar melahirkan kader yang tidak hanya bertambah secara kuantitas, tetapi juga memiliki kualitas dan militansi organisasi.
Ia menyebut PC Fatayat NU Garut telah mencetak sebanyak 2.156 kader melalui kegiatan LKD. Namun, capaian tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas, terutama dalam pemahaman ideologi, kapasitas kepemimpinan, dan komitmen terhadap organisasi.
Ketua PC Fatayat NU Garut, Hj. Ernawati Siti Syaja’ah, dalam sambutannya menekankan bahwa setiap kader perlu memahami alasan dan tujuan bergabung dengan organisasi. Kaderisasi bukan sekadar mengikuti kegiatan atau memperoleh sertifikat, melainkan proses pembentukan karakter, pemahaman terhadap nilai perjuangan Nahdlatul Ulama, serta penguatan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
Ia juga mengingatkan agar peserta tidak hanya menjadi pendengar selama proses kaderisasi. Para kader didorong untuk aktif berdiskusi, berpikir kritis, serta berani menyampaikan pertanyaan kepada fasilitator maupun pemateri.
Menurutnya, LKD harus menjadi langkah awal untuk membangun kapasitas dan militansi kader agar mampu mengambil peran dalam kehidupan organisasi maupun masyarakat. Peserta pun diharapkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh dan mengamalkan ilmu yang diperoleh.
Dalam kesempatan tersebut, Ernawati juga menyampaikan bahwa selama Oktober terdapat sekitar 25 kegiatan yang dilaksanakan dengan dukungan dan kontribusi para pengurus PC Fatayat NU Garut.
Perwakilan Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU, An’an Aminah, mengapresiasi PC Fatayat NU Garut yang telah melaksanakan LKD sebanyak dua kali dalam kurun waktu satu tahun. Kaderisasi diharapkan menjadi ruang bagi kader untuk terus bertumbuh, berkembang, dan meningkatkan kapasitas diri dalam menjalankan peran di organisasi.
Sementara itu, perwakilan PCNU Kabupaten Garut melalui Sekretaris Tanfidziyah menekankan pentingnya keselarasan materi kaderisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama. Proses kaderisasi hendaknya tidak hanya berorientasi pada kepentingan personal, tetapi juga menanamkan kecintaan, militansi, dan komitmen untuk memajukan organisasi.
Ia mengingatkan pentingnya meneladani nilai perjuangan KH. Hasyim Asy’ari sebagai pendiri Nahdlatul Ulama. Menurutnya, menjadi bagian dari NU tidak cukup hanya dengan hadir dan meramaikan kegiatan, tetapi juga perlu diwujudkan melalui kesediaan berjuang, berkorban, dan berkhidmat untuk kemajuan organisasi.
Melalui LKD II ini, PC Fatayat NU Garut berupaya membangun kader yang memiliki pemahaman ideologi kuat, kepemimpinan yang matang, serta kemandirian dalam menjalankan tanggung jawab organisasi.
Kaderisasi diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi berlanjut dalam bentuk kontribusi nyata. Dengan demikian, kader Fatayat NU dapat terus tumbuh menjadi penggerak organisasi dan masyarakat.***





Tinggalkan Balasan