Gusdurian Purwakarta Bedah Buku Seribu Wajah Iran

|

GUGAH – Jaringan Gusdurian Purwakarta menggelar bedah buku Seribu Wajah Iran karya Afifah Ahmad di Café Clavia, Purwakarta, Kamis (29/10/2026) malam. Kegiatan yang menjadi bagian dari Rencana Tindak Lanjut (RTL) Harlah Gus Dur itu mempertemukan peserta dari beragam latar belakang, mulai dari komunitas lintas iman hingga organisasi kepemudaan.

Lebih dari 30 peserta mengikuti diskusi yang berlangsung sejak pukul 19.00 WIB. Sejumlah tokoh lintas agama turut hadir, memperkuat semangat dialog dan ruang perjumpaan yang selama ini menjadi salah satu nilai yang diperjuangkan Gus Dur.

Bedah buku menghadirkan penulis Seribu Wajah Iran, Afifah Ahmad, bersama pegiat Gusdurian Purwakarta, Muhamad Falaq, sebagai narasumber. Diskusi juga dihadiri Habib Husein yang bergabung bersama peserta sepanjang acara.

Baca Juga:  Persib Matangkan Persiapan Musim Baru di Bali, Uji Kekuatan Hadapi Sabah FC dan Bali United

Ketua Gusdurian Purwakarta, Gus Dion Murdiono, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai forum membahas isi buku, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat perjumpaan antarwarga dengan latar belakang yang berbeda.

“Melalui kegiatan bedah buku Seribu Wajah Iran ini, kami ingin meneguhkan kembali semangat Gus Dur tentang pentingnya melihat dunia luar dengan pikiran terbuka serta merawat persaudaraan lintas iman di Purwakarta. Ini adalah bagian dari komitmen RTL Harlah Gus Dur agar nilai-nilai kemanusiaan terus hidup di tengah pemuda,” ujarnya.

Baca Juga:  KH. Anwar Nasihin Imbau Kader NU Purwakarta Tetap Solid dan Fokus Urus Kemaslahatan Umat

Dalam pemaparannya, Afifah Ahmad menjelaskan bahwa bukunya berupaya menghadirkan perspektif yang lebih beragam mengenai Iran, di luar gambaran yang selama ini banyak beredar.

“Iran sering kali digambarkan secara sempit di media global. Melalui buku ini, saya ingin mengajak pembaca melihat Seribu Wajah Iran dari kacamata kemanusiaan, sosiologis, dan keseharian masyarakatnya. Senang sekali bisa berdiskusi langsung dengan kawan-kawan lintas iman dan pemuda di Purwakarta yang memiliki antusiasme luar biasa malam ini,” kata Afifah.

Baca Juga:  GP Ansor Bojong Ajak Generasi Muda Hidupkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Sementara itu, Muhamad Falaq menilai literasi menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menyikapi isu-isu global tanpa melepaskan nilai-nilai kebangsaan dan toleransi.

“Literasi adalah kunci utama untuk melawan prasangka. Diskusi malam ini membuktikan bahwa anak muda lintas iman di Purwakarta punya ruang aman untuk berpikir kritis, belajar memahami realitas bangsa lain, sekaligus memperkuat rajutan kebangsaan di rumah kita sendiri,” ujarnya.

Diskusi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab antara narasumber dan peserta. Kegiatan kemudian ditutup dengan penandatanganan buku serta ramah tamah yang menjadi ruang perkenalan dan pertukaran gagasan antarpeserta.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran