Bang Jo Tegaskan Ansor Harus Satu Barisan, Beda Pilihan Jangan Tinggalkan Konflik

|

GUGAH – H. Johan J. Anwari atau yang akrab disapa Bang Jo, salah satu pengurus Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda Ansor, menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan soliditas kader dalam proses regenerasi kepemimpinan. Pesan tersebut disampaikan saat pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) ke-15 Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Garut di Gedung PCNU Garut, Minggu (25/10/2026).

Bang Jo mengingatkan bahwa prinsip satu barisan merupakan hal mutlak dalam organisasi, termasuk hingga struktur kepengurusan paling bawah. Menurutnya, perbedaan pandangan dalam Konfercab harus dikelola secara dewasa agar tidak berkembang menjadi konflik yang merusak persaudaraan antarkader.

Konfercab Bukan Sekadar Pergantian Kepemimpinan

Bang Jo menegaskan, Konfercab merupakan momentum penyempurnaan organisasi sekaligus menentukan arah kepemimpinan pada masa mendatang. Karena itu, proses regenerasi harus menjadi ruang evaluasi, pembaruan, dan penguatan komitmen bersama untuk membesarkan GP Ansor.

Ia juga mengingatkan bahwa seorang pemimpin tidak boleh bersikap antikritik. Sebaliknya, pemimpin harus mampu menerima dan mengelola kritik sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki tata kelola serta meningkatkan kualitas gerakan organisasi.

Baca Juga:  Proyek PLTS Rp18 Miliar di 20 Puskesmas Purwakarta: Kejari Mulai Panggil Pihak Terkait

Dalam pandangannya, perbedaan merupakan bagian dari dinamika yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan organisasi. Namun, perbedaan tersebut harus ditempatkan sebagai sumber hikmah, bukan alasan untuk memutus hubungan atau melemahkan kebersamaan.

“Di Ansor, perbedaan adalah hikmah,” menjadi salah satu pesan yang ditekankan Bang Jo. Ia mengajak seluruh kader menjaga kedewasaan dalam berorganisasi, terutama ketika menentukan pemimpin yang akan melanjutkan perjuangan pada periode berikutnya.

Regenerasi Harus Merangkul, Bukan Meninggalkan Kader

Bang Jo menekankan bahwa kepemimpinan selanjutnya harus diberikan kepada sosok yang tepat tanpa mengabaikan kader lain yang selama ini turut membangun organisasi. Menurutnya, pergantian kepemimpinan tidak boleh menjadi alasan untuk menyingkirkan atau meninggalkan mereka yang memiliki kontribusi bagi GP Ansor.

Ia juga menegaskan bahwa GP Ansor merupakan kader organik Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu, pengabdian kader tidak semestinya berhenti ketika masa kepengurusan di Ansor berakhir, melainkan perlu diteruskan melalui khidmat di lingkungan NU.

Baca Juga:  Di Pelantikan GP Ansor Sukabumi, Sudar Katakan SK di Tangan, Tanggung Jawab di Pundak

Dalam pesannya, Bang Jo menyinggung Den Badar agar tidak melepaskan jas pengabdiannya. Pesan tersebut menekankan pentingnya menjaga kesinambungan perjuangan dan menjadikan pengabdian kepada NU sebagai bagian dari perjalanan kader.

Bang Jo turut menyampaikan pesan Ketua Umum PP GP Ansor agar Konfercab diselesaikan dengan baik tanpa meninggalkan konflik negatif. Hasil konferensi, menurut pesan tersebut, harus menjadi pijakan untuk melangkah bersama, bukan meninggalkan persoalan yang berpotensi menghambat gerak organisasi.

Dorong Gerakan Ansor yang Tegas Tanpa Kekerasan

Selain menyoroti soliditas internal, Bang Jo mengajak kader memulai arah gerakan baru GP Ansor yang mampu menjawab tantangan masyarakat. Ia menekankan bahwa menghadapi persoalan tidak harus dilakukan melalui kekerasan, tetapi dapat ditempuh dengan kelembutan, komunikasi, dan pendekatan yang bijaksana.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa ketegasan dalam berorganisasi perlu berjalan beriringan dengan sikap santun dan kemampuan membangun dialog. Dengan cara itu, GP Ansor diharapkan tetap mampu menjalankan peran kepemudaan tanpa kehilangan karakter pengabdian dan nilai-nilai Nahdlatul Ulama.

Baca Juga:  Khalid Basalamah Akui Bayar US$4.500 per Jemaah, Terungkap Tawaran Maktab VIP

Bang Jo juga menyampaikan apresiasi terhadap berbagai kegiatan yang telah dijalankan Ketua PC GP Ansor Garut. Ia menilai gerakan yang dilakukan menunjukkan perkembangan yang kuat, termasuk dalam membangun tata kelola organisasi yang baik.

Apresiasi itu sekaligus menjadi dorongan agar capaian yang telah dibangun dapat dipertahankan dan disempurnakan oleh kepemimpinan berikutnya. Regenerasi diharapkan tidak memutus kesinambungan program, melainkan membuka ruang bagi perbaikan dan inovasi organisasi.

Konfercab ke-15 PC GP Ansor Garut menjadi momentum penting bagi kader untuk menentukan arah kepemimpinan sekaligus memperkuat persaudaraan. Pesan Bang Jo menegaskan bahwa perbedaan pilihan tidak boleh mengalahkan komitmen bersama: menjaga satu barisan, merawat kader, dan meneruskan khidmat kepada Nahdlatul Ulama.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran