GUGAH – Ketegangan Iran dan Israel kembali menjadi sorotan setelah seorang anggota parlemen Iran menyatakan bahwa Teheran akan menyerang fasilitas nuklir Dimona di Israel apabila fasilitas strategis Iran di Pickaxe Mountain menjadi sasaran serangan. Pernyataan tersebut disampaikan Bakhshayesh Ardestani di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di Timur Tengah, sebagaimana diberitakan sejumlah media pada Jumat (23/10/2026). Republika melaporkan ancaman tersebut sebagai respons bersyarat terhadap kemungkinan serangan ke fasilitas Iran.
“Jika Pickaxe Mountain diserang, Iran juga akan menyerang Dimona,” demikian pernyataan Ardestani yang dikutip dari laporan media Iran, Hormuz Letter. Pernyataan itu menunjukkan ancaman pembalasan dari seorang legislator Iran, tetapi tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa keputusan operasional untuk menyerang Dimona telah ditetapkan oleh militer Iran.
Sorotan terhadap ancaman tersebut bertambah setelah kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dilaporkan menerbitkan materi bertajuk A New Front Will Open atau “Front Baru Akan Dibuka”. Menurut laporan Tasnim News yang dikutip sejumlah media, materi tersebut menampilkan gambar fasilitas Dimona dengan cap bertuliskan “SEGERA”. Namun, publikasi gambar dan pesan tersebut belum cukup untuk memastikan adanya jadwal atau perintah serangan yang akan segera dilaksanakan.
IRGC Klaim Siapkan Senjata Baru
Di tengah ketegangan itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga menyampaikan rencana untuk memperkenalkan senjata baru. Juru bicara IRGC, Hossein Mohebi, mengatakan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan pengungkapan senjata yang disebut sebagai “father of all bombs” atau “bapak dari segala bom”, menurut laporan Anadolu Agency pada 21 Oktober 2026.
“Kami sedang dalam tahap mempersiapkan untuk memperkenalkan ‘bapak dari segala bom’. Ini adalah sesuatu yang baru bagi musuh,” kata Mohebi dalam pernyataan yang disiarkan melalui Klub Jurnalis Muda Iran. Ia tidak menjelaskan jenis, spesifikasi teknis, daya hancur, maupun waktu peluncuran resmi senjata tersebut.
Mohebi juga mengklaim persediaan rudal Iran meningkat sekitar 1,5 kali lipat setelah perang selama 12 hari melawan Israel pada Juni 2025. Menurutnya, kemampuan rudal Iran mengalami peningkatan, termasuk dalam aspek jangkauan, daya hancur, dan akurasi. Meski demikian, klaim tersebut merupakan keterangan dari pejabat Iran dan tidak disertai data teknis terperinci yang dapat digunakan untuk mengukur peningkatan tersebut secara independen.
Laporan Anadolu turut mencatat pernyataan IRGC mengenai perubahan pendekatan pertahanan Iran. Mohebi menyebut Teheran bergerak menuju doktrin penangkalan yang lebih kuat, dengan kemungkinan merespons serangan melalui tindakan ofensif dan strategi perang asimetris. Pergeseran yang disampaikan tersebut menandakan pesan bahwa Iran ingin meningkatkan biaya militer yang harus diperhitungkan pihak lawan jika terjadi serangan.
Fasilitas Nuklir Jadi Titik Sensitif Konflik
Pickaxe Mountain merupakan lokasi fasilitas bawah tanah yang dikaitkan dengan infrastruktur nuklir Iran dan menjadi perhatian dalam ketegangan antara Teheran, Israel, serta Amerika Serikat. Pada September 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga memperingatkan Iran terkait aktivitas di lokasi tersebut dan mengancam akan melakukan serangan apabila Teheran dinilai bertindak provokatif, sebagaimana dilaporkan Reuters.
Sementara itu, Dimona di wilayah Negev, Israel selatan, dikenal sebagai lokasi Pusat Riset Nuklir Shimon Peres Negev yang diyakini memiliki peran penting dalam program nuklir Israel. Status dan kemampuan nuklir Israel selama ini menjadi bagian dari isu keamanan kawasan, di tengah kebijakan ambiguitas nuklir yang dipertahankan negara tersebut.
Ancaman terhadap fasilitas yang berkaitan dengan program nuklir berpotensi meningkatkan risiko eskalasi militer dan salah perhitungan di kawasan. Dampaknya akan bergantung pada bentuk serangan, sasaran yang terdampak, serta kemungkinan respons lanjutan dari masing-masing pihak.
Hingga berita ini disusun, pernyataan Ardestani masih berupa ancaman bersyarat yang dikaitkan dengan kemungkinan serangan terhadap Pickaxe Mountain. Sementara itu, keterangan IRGC mengenai senjata baru dan peningkatan kemampuan rudal masih memerlukan informasi teknis lebih lanjut untuk menilai kemampuan sebenarnya.
Perkembangan situasi Iran dan Israel akan bergantung pada langkah militer kedua pihak serta upaya diplomatik untuk mencegah konflik meluas. Di tengah ketegangan tersebut, perbedaan antara pernyataan ancaman, kesiapan militer, dan pelaksanaan serangan menjadi hal penting dalam membaca perkembangan keamanan Timur Tengah secara proporsional.***





Tinggalkan Balasan