Carrick Pasang Badan Usai Manchester United Dibantai Como 4-1, Sebut Performa Tim Tak Bisa Diterima

|

GUGAH – Pelatih Manchester United, Michael Carrick, mengakui kekecewaannya setelah tim asuhannya menelan kekalahan telak 1-4 dari Como dalam lanjutan Liga Champions 2026/2027, Kamis (22/10/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut menjadi pukulan bagi Setan Merah, terlebih setelah mereka sebelumnya kalah 0-2 dari Atletico Madrid.

Carrick tidak berusaha menghindari tanggung jawab atas hasil buruk tersebut. Dalam wawancara bersama TNT Sports, ia menegaskan bahwa dirinya bertanggung jawab penuh terhadap performa tim, sekaligus mengakui penampilan Manchester United kali ini jauh dari harapan.

“Ini lebih dari sekadar mengecewakan. Saya pikir semua orang harus bertanggung jawab atas hal itu. Saya 100% bertanggung jawab atas tim secara keseluruhan dan performanya. Tanggung jawab itu berhenti pada saya, dan saya benar-benar menerima itu. Saya menerimanya sepenuhnya,” kata Carrick.

Pelatih yang pernah menjadi bagian penting dari lini tengah Manchester United itu juga menyoroti standar permainan yang seharusnya dijaga klub. Menurutnya, kekalahan dengan performa seperti itu tidak dapat diterima, terutama bagi tim yang memiliki sejarah panjang dan ambisi besar di kompetisi Eropa.

Baca Juga:  GBLA Belum Siap, Persib Kembali ‘Merantau’ ke Jalak Harupat

“Namun sebagai pendukung klub sepak bola ini begitu lama, dan saya sangat peduli dengan klub sepak bola ini, melihat penampilan seperti itu tidak dapat diterima, harus saya katakan,” ujarnya.

Kekalahan dari Como juga menambah tekanan terhadap Manchester United setelah hasil negatif pada pertandingan sebelumnya. Rangkaian kekalahan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi permainan dan kemampuan tim untuk segera bangkit di tengah persaingan kompetisi Eropa.

Situasi internal klub turut menjadi perhatian setelah Lisandro Martínez sebelumnya dikabarkan melontarkan kritik terkait kebijakan perekrutan pemain. Direktur sepak bola Jason Wilcox disebut menjadi salah satu pihak yang disorot dalam perdebatan tersebut. Meski demikian, persoalan internal itu perlu dipisahkan dari evaluasi atas performa tim di lapangan.

Baca Juga:  Jadwal BRI Super League Hari Ini

Di sisi lain, Como justru tampil meyakinkan di hadapan pendukungnya sendiri. Tim yang dilatih Cesc Fabregas tersebut memanfaatkan peluang dengan efektif dan mampu menekan pertahanan Manchester United sepanjang pertandingan.

Como membuka keunggulan melalui Nico Paz. Pemain yang tengah berupaya memperkuat posisinya dalam persaingan menuju tim nasional Argentina itu melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti setelah memperoleh ruang di depan pertahanan United.

Keunggulan tuan rumah bertambah melalui Tasos Douvikas. Penyerang tersebut memanfaatkan umpan Paz sebelum mengangkat bola melewati kiper Senne Lammens. Gol itu memperlihatkan efektivitas serangan Como dalam mengeksploitasi celah pertahanan lawan.

Paz kemudian kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah mendapat ruang untuk melepaskan tembakan ke arah gawang United. Bek tengah Ramón turut menyumbang gol, melengkapi kemenangan Como dengan skor 4-1.

Manchester United hanya mampu membalas satu gol melalui Joshua Zirkzee yang masuk sebagai pemain pengganti. Gol tersebut tidak cukup untuk mengubah jalannya pertandingan maupun menghindarkan tim tamu dari kekalahan dengan selisih tiga gol.

Baca Juga:  Timnas Indonesia di Ambang Sejarah, Thailand Jadi Penghalang Terakhir

Bagi Como, kemenangan ini menjadi hasil penting dalam perjalanan mereka di kompetisi Eropa. Klub asal Italia tersebut tengah berupaya membangun reputasi di panggung internasional di bawah arahan Fabregas, mantan pemain Arsenal dan Barcelona.

Sementara itu, kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Carrick. Ia harus mengevaluasi organisasi pertahanan, efektivitas serangan, serta konsistensi permainan tim agar Manchester United tidak terus kehilangan poin dalam persaingan Liga Champions.

Pernyataan Carrick yang mengambil tanggung jawab menunjukkan bahwa ia menyadari besarnya tuntutan terhadap klub. Namun, pengakuan tersebut perlu diikuti perbaikan nyata di lapangan. Bagi Manchester United, respons pada pertandingan berikutnya akan menjadi ujian penting untuk membuktikan bahwa kekalahan dari Como bukan awal dari kemerosotan yang lebih panjang.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran