Jika Pemilu Dilaksanakan Hari Ini, Prabowo Kalah Telak oleh Dedi Mulyadi Kata SMRC

|

GUGAH – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi unggul jauh atas Presiden Prabowo Subianto dalam simulasi pemilihan presiden (Pilpres) dua nama yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

Survei yang digelar pada 1–10 Oktober 2026 itu menunjukkan Dedi Mulyadi meraih elektabilitas 69,3 persen, sedangkan Prabowo Subianto hanya memperoleh 18,8 persen. Sebanyak 12 persen responden menyatakan belum menentukan pilihan.

Hasil survei tersebut dipaparkan Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, melalui kanal YouTube SMRC TV pada Sabtu (17/10/2026).

SMRC mencatat terjadi perubahan signifikan dalam tingkat dukungan publik selama tujuh bulan terakhir.

Pada survei Februari–Maret 2026, Prabowo masih unggul dengan elektabilitas 50,5 persen, sementara Dedi Mulyadi berada di angka 42,6 persen.

Namun, pada Juli 2026 posisi keduanya berbalik. Dukungan terhadap Dedi naik menjadi 59 persen, sedangkan Prabowo turun menjadi 28,3 persen.

Baca Juga:  Berkat Juara Liga 1, Persib Bandung Terima Kadeudeuh Rp1 Miliar dari Dedi Mulyadi

Tren itu terus berlanjut hingga Oktober 2026. Elektabilitas Dedi meningkat menjadi 69,3 persen, sementara Prabowo kembali merosot menjadi 18,8 persen.

“Dalam tujuh bulan, dukungan pada Prabowo dalam simulasi dua nama turun hampir 32 poin, sementara Dedi Mulyadi naik hampir 27 poin,” kata Deni Irvani.

SMRC juga melakukan simulasi semi terbuka dengan melibatkan 24 nama calon presiden.

Dalam simulasi tersebut, Dedi Mulyadi tetap berada di posisi pertama dengan elektabilitas 35,5 persen.

Di bawahnya terdapat Anies Baswedan dengan 10,3 persen, Prabowo Subianto 9,8 persen, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebesar 8,4 persen. Sebanyak 13,9 persen responden mengaku belum menentukan pilihan.

Dibandingkan survei November 2025, elektabilitas Prabowo turun tajam dari 34,9 persen menjadi 9,8 persen pada Oktober 2026. Sebaliknya, dukungan terhadap Dedi meningkat dari 19,7 persen menjadi 35,5 persen.

Baca Juga:  Sumpah Prabowo di  Monas: Saya Jadi Presiden Karena Dukungan Kaum Buruh

SMRC juga menguji simulasi tiga nama tanpa melibatkan Dedi Mulyadi. Dalam skenario tersebut, Prabowo bersaing dengan Gibran Rakabuming Raka dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Hasilnya, Gibran memimpin dengan 29,7 persen, disusul AHY 28,2 persen, sementara Prabowo hanya memperoleh 22,7 persen. Sebanyak 19,4 persen responden belum menentukan pilihan.

Menurut Deni, simulasi itu dilakukan untuk melihat apakah suara Dedi akan berpindah kepada Prabowo jika Gubernur Jawa Barat tersebut tidak ikut dalam kontestasi.

“Elektabilitas Prabowo tidak berubah menjadi sangat kuat ketika Dedi Mulyadi tidak ikut bersaing. Suara Dedi ternyata lebih banyak ditarik Gibran dan AHY dibanding Prabowo,” ujarnya.

SMRC menemukan elektabilitas Prabowo juga belum dominan di kalangan pemilih partai politik.

Baca Juga:  Golkar Belum Tentukan Sikap soal Polemik Ijazah Gibran, Bahlil Tunggu Proses Hukum

Di basis pemilih Gerindra, Prabowo memperoleh dukungan 20 persen. Sementara 74 persen responden memilih tokoh lain.

Di kalangan pemilih Golkar, dukungan kepada Prabowo tercatat 17 persen, PAN 8 persen, PKB 4 persen, NasDem 11 persen, Demokrat 6 persen, PDI Perjuangan 6 persen, dan PKS 2 persen.

Menurut Deni, penurunan elektabilitas Prabowo berkaitan dengan menurunnya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah, kondisi ekonomi dan politik, penegakan hukum, serta penilaian terhadap sejumlah program pemerintah.

Survei SMRC dilakukan pada 1–10 Oktober 2026 terhadap 1.213 responden yang memiliki hak pilih.

Sebanyak 1.013 responden diwawancarai melalui telepon menggunakan metode double sampling, sedangkan 200 responden tanpa telepon seluler diwawancarai secara tatap muka dengan metode stratified multistage random sampling.

Survei ini memiliki margin of error sekitar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran