Haul Tiga Masyayikh Al Ulfah, Saat Keteladanan Ulama Menjadi Warisan yang Terus Hidup

|

GUGAH – Ribuan jamaah memadati kompleks makbaroh Pondok Pesantren Al Ulfah, Garut, untuk mengikuti haul tiga masyayikh dan muassis pesantren. Bagi mereka, haul bukan sekadar agenda tahunan untuk mengenang ulama yang telah wafat, melainkan momentum memperkuat kembali nilai-nilai keilmuan, dakwah, dan pengabdian yang diwariskan kepada generasi penerus.

Sekitar 2.600 jamaah, ikhwan, serta keluarga alumni Pondok Pesantren Al Ulfah yang tergabung dalam Keluarga Alumni Pondok Pesantren Al Ulfah (KAPPAH) hadir dalam kegiatan yang berlangsung khidmat. Pertemuan lintas generasi itu menjadi bukti bahwa hubungan antara pesantren, alumni, dan masyarakat tetap terjaga melalui tradisi yang diwariskan dari masa ke masa.

Haul tahun ini mengenang tiga tokoh penting dalam perjalanan Pondok Pesantren Al Ulfah, yakni KH. Muhammad Bisri yang memasuki haul ke-48, KH. Uyeh Mahalli haul ke-37, serta KH. Drs. Teten Syarif Mahmud yang memasuki haul ke-2.

Baca Juga:  Dihadiri Bupati, Milad ke-27 Ponpes Nursyamsiyyah Jarnauziyyah Sukses Digelar

Rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam dua kesempatan. Pertama, pada Jumat, 11 September 2026 bersama jamaah dan ikhwan, kemudian dilanjutkan pada Ahad, 27 September 2026 bersama keluarga besar alumni KAPPAH.

Namun, lebih dari sekadar mengenang sosok para ulama, haul menjadi ruang refleksi tentang bagaimana warisan perjuangan mereka tetap relevan di tengah tantangan zaman. Nilai keikhlasan, semangat menuntut ilmu, dan dakwah yang membangun masyarakat menjadi pesan yang terus dihidupkan melalui tradisi tersebut.

Baca Juga:  PB Permata Soroti Overload RSUD Bayu Asih: Jangan Biarkan Masyarakat Menunggu di Tengah Kondisi Darurat

Dalam tausiyahnya, KH. Drs. Deden Rahmat Aonillah mengingatkan bahwa penghormatan kepada para masyayikh tidak cukup diwujudkan melalui doa dan ziarah semata. Menurutnya, cara terbaik menghargai perjuangan para pendahulu adalah melanjutkan nilai-nilai dakwah yang membawa manfaat nyata bagi umat.

Ia mengajak jamaah dan alumni untuk menjaga estafet perjuangan pesantren dengan terus menghadirkan ilmu yang diamalkan, akhlak yang baik, serta kepedulian terhadap masyarakat. Dengan cara itu, warisan para muassis tidak hanya dikenang sebagai sejarah, tetapi tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari.

Suasana khidmat terasa sepanjang rangkaian haul. Jamaah memanjatkan doa bersama di area makbaroh sebagai bentuk penghormatan kepada para masyayikh yang telah meletakkan fondasi pendidikan, dakwah, dan pembinaan umat di Pondok Pesantren Al Ulfah.

Baca Juga:  PC IPPNU Garut Pacu Konsolidasi, Tuntaskan Amanah Masa Khidmat

Bagi para alumni, pertemuan tersebut juga menjadi ajang mempererat silaturahmi setelah lama berpisah. Mereka datang dari berbagai daerah dengan satu tujuan yang sama, yakni mengenang guru-guru mereka sekaligus memperbarui komitmen untuk menjaga nilai-nilai pesantren di tengah kehidupan bermasyarakat.

Di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat, tradisi haul menjadi pengingat bahwa kemajuan tidak hanya diukur dari perkembangan zaman, tetapi juga dari kemampuan menjaga warisan ilmu, akhlak, dan keteladanan. Nilai-nilai itulah yang terus menjadi fondasi Pondok Pesantren Al Ulfah dalam mencetak generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga mampu memberi manfaat bagi sesama.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran