Lonjakan Harga Pangan Jadi Alarm Daya Beli, Daging Tembus Rp200.000 dan Cabai Naik hingga 128%

|

GUGAH.CO – Mayoritas harga komoditas pangan nasional mengawali pekan ini, Senin (28/9/2026), dengan lonjakan tajam. Kenaikan tidak hanya terjadi pada satu atau dua komoditas, tetapi merata mulai dari daging, cabai, beras, bawang, minyak goreng, hingga gula. Kondisi ini menjadi sinyal serius terhadap meningkatnya tekanan biaya hidup masyarakat sekaligus berpotensi menggerus daya beli rumah tangga.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per pukul 08.45 WIB, harga daging sapi kualitas I melonjak 31,15% atau Rp47.500 menjadi Rp200.000 per kilogram. Sementara itu, daging sapi kualitas II bahkan naik lebih tinggi, yakni 39,81% atau sekitar Rp57.000 hingga juga mencapai Rp200.000 per kilogram.

Kenaikan turut menjalar ke sumber protein lainnya. Harga daging ayam ras segar meningkat 18,48% atau Rp7.800 menjadi Rp50.000 per kilogram, sedangkan telur ayam naik 25% atau Rp7.500 menjadi Rp37.500 per kilogram. Artinya, masyarakat kini menghadapi kenaikan harga hampir di seluruh pilihan sumber protein.

Baca Juga:  Konferancab Ansor Ciranjang Teruskan Kaderisasi Pengabdian Organisasi

Tekanan paling tajam terjadi pada kelompok cabai. Harga cabai merah keriting melonjak hingga 128,41% atau Rp89.900 menjadi Rp160.000 per kilogram. Cabai rawit merah bahkan menyentuh Rp190.000 per kilogram setelah naik 100%, sedangkan cabai rawit hijau meningkat 39,3% menjadi Rp95.000 per kilogram. Hanya cabai merah besar yang mengalami koreksi sebesar 13,27% menjadi Rp50.000 per kilogram.

Lonjakan harga cabai patut menjadi perhatian karena komoditas ini selama ini dikenal sebagai salah satu penyumbang utama inflasi pangan. Kenaikan yang mencapai dua digit hingga tiga digit dalam waktu singkat berpotensi mendorong inflasi lebih tinggi apabila berlangsung dalam periode yang panjang.

Di sisi lain, harga beras juga belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Seluruh kategori beras mengalami kenaikan. Beras kualitas bawah I dan II kini sama-sama mencapai Rp17.000 per kilogram. Beras medium I naik menjadi Rp19.000 per kilogram, medium II menjadi Rp17.500 per kilogram, sementara beras super I dan II masing-masing mencapai Rp19.500 dan Rp18.500 per kilogram.

Baca Juga:  PWNU Jateng Serukan Muktamar NU Bersih, Tolak Politik Uang dan Intervensi Pemerintah

Kenaikan harga beras menjadi perhatian tersendiri karena merupakan pangan pokok mayoritas masyarakat Indonesia. Berbeda dengan komoditas hortikultura yang bersifat musiman, kenaikan harga beras berpotensi memberikan dampak lebih luas terhadap pengeluaran rumah tangga, terutama kelompok berpendapatan rendah.

Komoditas bumbu dapur juga menunjukkan kenaikan yang tidak biasa. Harga bawang merah ukuran sedang melonjak 60,21% menjadi Rp60.000 per kilogram, sementara bawang putih ukuran sedang naik 53,65% hingga menyentuh harga yang sama.

Untuk minyak goreng, hanya minyak goreng curah yang mengalami penurunan tipis 1,96% menjadi Rp20.000 per kilogram. Sebaliknya, minyak goreng kemasan bermerek I melonjak 31,42% menjadi Rp32.000 per kilogram, sedangkan kemasan bermerek II naik 6,38% menjadi Rp25.000 per kilogram.

Baca Juga:  Kontrak Dua Tahun, Manchester United Resmi Angkat Michael Carrick Jadi Pelatih Permanen

Sementara itu, harga gula pasir premium naik 22,85% menjadi Rp25.000 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal meningkat 4,44% menjadi Rp20.000 per kilogram.

Kenaikan harga yang terjadi secara bersamaan pada berbagai komoditas pangan menunjukkan tekanan tidak lagi bersifat sektoral, melainkan mulai meluas ke kebutuhan pokok masyarakat. Jika kondisi ini berlanjut tanpa intervensi melalui penguatan pasokan dan stabilisasi distribusi, dampaknya tidak hanya meningkatkan inflasi pangan, tetapi juga menekan daya beli masyarakat serta memperbesar beban pengeluaran rumah tangga.

Perkembangan harga dalam beberapa hari ke depan akan menjadi indikator penting untuk melihat apakah lonjakan ini hanya bersifat sementara akibat gangguan pasokan, atau justru menjadi awal tren kenaikan harga pangan yang lebih panjang.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran