GUGAH – Persib Bandung mulai menaikkan intensitas latihan sebagai bagian dari persiapan menghadapi laga perdana ASEAN Club Championship melawan Port FC di Bangkok pada 8 Oktober 2026. Setelah mendapat libur selama empat hari usai melewati rangkaian pertandingan yang padat, skuad Maung Bandung kini memasuki fase penting untuk mengembalikan kondisi fisik sekaligus mematangkan taktik.
Pelatih Persib Igor Tolic mengatakan, sesi latihan perdana pascalibur masih difokuskan pada pemulihan kondisi pemain melalui latihan kebugaran, peregangan, dan penguatan aspek taktis. Menurutnya, kondisi seluruh pemain cukup menggembirakan sehingga tim siap memasuki tahap latihan dengan intensitas yang lebih tinggi.
“Sepertinya semua pemain dalam kondisi yang baik. Saya senang dengan latihan hari ini dan besok para pemain akan mulai bekerja lebih keras karena intensitas latihan perlahan-lahan akan terus naik sebelum tim berangkat ke Bangkok. Jadi saat memasuki Oktober, kondisi pemain sudah siap bertanding kembali,” ujar Tolic, Jumat (25/9/2026).
Laga melawan Port FC menjadi ujian baru bagi Persib. Tidak hanya karena tampil di kompetisi level Asia Tenggara, tetapi juga karena tim harus menjaga konsistensi performa di tengah padatnya jadwal yang mengharuskan mereka bersaing di empat kompetisi sekaligus. Kondisi tersebut membuat kualitas rotasi pemain menjadi faktor yang tak kalah penting dibanding kekuatan sebelas pemain utama.
Meski hanya memiliki 27 pemain dalam skuad utama musim ini, Tolic menilai jumlah tersebut sudah memadai. Baginya, yang terpenting bukan banyaknya pemain, melainkan kualitas yang merata sehingga setiap pemain mampu menjalankan peran yang sama ketika mendapat kesempatan tampil.
Untuk menggambarkan filosofi tersebut, Tolic mencontohkan Manchester City yang tetap kompetitif meski melakukan rotasi pemain. Menurutnya, tim besar dibangun dengan kedalaman skuad yang memungkinkan kualitas permainan tetap terjaga, siapa pun yang diturunkan.
Ia optimistis Persib memiliki karakter serupa. Seluruh pemain dinilai telah menunjukkan kualitasnya dalam beberapa pertandingan terakhir, sementara perkembangan permainan tim juga terus terlihat dari laga ke laga.
“Semua orang bisa melihat bagaimana prosesnya. Di setiap pertandingan tim terus menunjukkan peningkatan,” katanya.
Peminjaman Pemain Jadi Bagian Strategi Jangka Panjang
Di tengah persiapan menghadapi kompetisi yang semakin padat, Persib juga mengambil langkah strategis dengan meminjamkan dua pemain mudanya, Athaya Zahran dan Kevin Muhammad Islami Pasha, ke PSGC yang berlaga di Liga 2.
Langkah tersebut bukan semata mengurangi jumlah pemain di skuad utama, melainkan menjadi bagian dari strategi pembinaan jangka panjang. Dengan mendapatkan menit bermain secara reguler di kompetisi yang kompetitif, kedua pemain diharapkan memperoleh pengalaman yang sulit didapat jika hanya menjadi pelapis di tim utama Persib.
Selain menguntungkan perkembangan pemain, skema ini juga memperkuat sinergi Persib dengan PSGC sebagai klub satelit. Model kerja sama tersebut memungkinkan pemain muda tetap berkembang dalam sistem permainan yang selaras dengan filosofi klub induk sehingga proses adaptasi akan lebih mudah ketika kembali ke Persib.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, mengatakan keputusan meminjamkan Athaya dan Kevin merupakan hasil pembahasan bersama antara manajemen, tim pelatih, PSGC, serta kedua pemain.
Ke depan, strategi semacam ini diperkirakan akan semakin penting bagi Persib. Dengan target bersaing di berbagai kompetisi, klub tidak hanya dituntut memiliki tim utama yang kompetitif, tetapi juga sistem pembinaan pemain muda yang mampu menjaga regenerasi dan kedalaman skuad dalam jangka panjang.***



Tinggalkan Balasan