72 Ribu Warga Purwakarta Berjuang Hadapi Kekeringan, BPBD Salurkan 819 Ribu Liter Air Bersih

|

GUGAH – Musim kemarau belum menunjukkan tanda akan berakhir. Di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, ribuan keluarga kini harus menghadapi kenyataan pahit ketika sumur-sumur mulai kehilangan air dan akses terhadap kebutuhan paling mendasar menjadi semakin sulit. Sebanyak 72 ribu jiwa yang tersebar di 45 desa pada 14 kecamatan dilaporkan mengalami krisis air bersih.

Untuk meredam dampak kekeringan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta terus mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah-wilayah terdampak. Hingga saat ini, sebanyak 819 ribu liter air bersih telah disalurkan melalui 212 kali distribusi.

Baca Juga:  Puluhan Dapur Terafiliasi Sony CS di Purwakarta Terancam Dibekukan

“Sejak dua bulan terakhir hingga saat ini pendistribusian air bersih ke daerah terdampak kemarau terus dilakukan,” kata Kepala BPBD Purwakarta, Haryadi Erlan, Rabu (9/9/2026).

Menurut Erlan, bantuan tersebut menjadi upaya pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh air bersih guna memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah musim kemarau yang semakin panjang.

Baca Juga:  Greenovation IX Sispala SMAN 1 Sukaresmi Jadi Ruang Tumbuh Generasi Peduli Lingkungan

Data BPBD mencatat, sebanyak 23.803 kepala keluarga atau sekitar 72 ribu jiwa terdampak kekeringan. Mereka tersebar di Kecamatan Bungursari, Babakan Cikao, Jatiluhur, Purwakarta, Pasawahan, Pondoksalam, Wanayasa, Bojong, Darangdan, Plered, Sukatani, Tegalwaru, Maniis, hingga Sukasari.

Di sejumlah wilayah itu, kemarau tak hanya mengeringkan lahan, tetapi juga menguras cadangan air yang selama ini menjadi penopang kehidupan warga. Ketika sumber air menyusut, truk tangki BPBD menjadi harapan yang dinanti untuk memenuhi kebutuhan memasak, mandi, mencuci, hingga air minum.

Baca Juga:  KMP Kawal Kasus Dugaan Gratifikasi dan Korupsi Dana Desa: Tegakkan Keadilan Tanpa Pandang Bulu

BPBD memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan selama wilayah-wilayah tersebut masih mengalami kekeringan. Pemerintah Kabupaten Purwakarta juga terus memantau perkembangan kondisi di lapangan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran