GUGAH – Penyediaan ruang ramah lingkungan plus ramah investasi bukan hal yang mudah. Keduanya menghadirkan tatangan tersendiri. Kabupaten Ciamis. Bagaimana mencari solusi dari tantangan tersebut menjadi salah satu pembelajaran peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) tingkat II DPSDM Provinsi Jawa Barat.
PKN tingkat II Jabar yang diikuti 60 peserta, belajar menghadirkan Tatangan Ruang Ramah Investasi dan Lingkungan di Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Perumahan Rakyat (DPUTRP) Ciamis yang dipilih menjadi lokus pembelajaran, pada, Selasa (8/9).
Di sini mereka belajar bagaimana pemerintah hadir menyusun kebijakan dengan mempertemukan berbagai kepentingan, mulai dari kebutuhan lahan pertanian, pembangunan, investasi, kelestarian lingkungan hingga mitigasi bencana.
Kepala DPUTRP Ciamis Dr.H. Taufik Gumelar, ST., MT., mengatakan setiap perencanaan pembangunan harus memperhatikan lingkungan dalam menopang aktivitas masyarakat. Karenyana Tata Ruang tidak semata – semata disusun hanya untuk pembangunan.
“Kita tetap memperhitungkan daya dukung dan daya tampung lingkungan dalam menyusun rencana tata ruang, kita juga menampung masukan KLHS yang kemudian diintegrasikan pads rencana tata ruang,” kata H. Taufik.
Menurutnya Tata Ruang menjadi instrumen untuk mengatur berbagai kepentingan agar pembangunan menjadi terarah. Tujuang besar dalam kerangka meningkatkan investasi, yakni investasi dapat berjalan namun lingkungan tetap terjaga.
Ke 60 peserta PKN tersebut diterima di Aula Setda Ciamis, lalu visitasi ke DPUTRP didampingi Sekretaris DPUTRP H. Ace Bastaman dan Kabid Tata Ruang.***



Tinggalkan Balasan