GUGAH – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Selasa (18/8/2026) dengan kinerja positif. Hingga pukul 09.20 WIB, indeks menguat 85,35 poin atau 1,33 persen ke level 6.487, mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap prospek ekonomi domestik.
Penguatan IHSG juga tercatat lebih tinggi dibandingkan mayoritas bursa saham di kawasan Asia. Sejumlah indeks utama seperti KOSDAQ Korea Selatan, Straits Times Singapura, Nikkei 225 dan Topix Jepang, Hang Seng Hong Kong, PSEi Filipina, CSI 300 dan Shanghai Composite China, TW Weighted Index Taiwan, serta KLCI Malaysia sama-sama bergerak di zona hijau, namun dengan kenaikan yang relatif lebih terbatas.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga 20 menit pertama perdagangan menunjukkan aktivitas transaksi yang cukup ramai. Volume perdagangan mencapai 6,62 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,48 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 362.542 kali.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 367 saham menguat, 191 saham melemah, sementara 177 saham bergerak stagnan.
BRI Danareksa Sekuritas menilai sentimen domestik masih menjadi faktor utama yang menopang pergerakan IHSG. Optimisme pasar dipicu oleh pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai Rancangan APBN 2027 yang menargetkan defisit anggaran sebesar 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), serta proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 6 persen pada 2026.
“Kami memproyeksikan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan support di 6.200–6.280 dan resistance penting di 6.400–6.455,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hariannya.
Secara teknikal, BRI Danareksa menilai IHSG masih berada dalam tren bullish jangka pendek dan bertahan di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20). Kondisi tersebut membuka peluang indeks menguji level 6.455. Apabila mampu menembus level tersebut, penguatan diperkirakan berlanjut menuju kisaran 6.568 hingga 6.716.
Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa merekomendasikan saham HRTA, SRTG, dan INDY sebagai pilihan utama.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas menilai indikator teknikal turut memberikan sinyal positif. Stochastic RSI telah membentuk golden cross di area pivot, disertai pelebaran histogram positif pada indikator MACD. Berdasarkan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan berpotensi menguji area 6.450–6.480.
Phintraco merekomendasikan saham BMRI, BBNI, BBCA, TINS, dan MDKA sebagai saham pilihan.
Di sisi lain, CGS International Sekuritas Indonesia mengingatkan masih adanya sejumlah faktor eksternal yang perlu dicermati investor. Pelemahan mayoritas indeks Wall Street dan aksi jual investor asing pada akhir pekan lalu berpotensi menjadi sentimen negatif. Namun, kenaikan harga sejumlah komoditas global dinilai dapat menjadi penyeimbang.
“IHSG untuk hari ini diperkirakan bergerak bervariatif dengan kecenderungan menguat terbatas, dengan support di 6.270–6.144 dan resistance di 6.534–6.659,” tulis CGS International.
CGS merekomendasikan saham INDY, ARCI, INCO, ANTM, WIIM, dan TLKM.
Pandangan serupa juga disampaikan Panin Sekuritas. Menurut perusahaan sekuritas tersebut, stabilitas nilai tukar rupiah yang cenderung menguat serta mayoritas laporan keuangan emiten yang positif masih menjadi katalis utama bagi pasar saham domestik.
Meski demikian, Panin mengingatkan investor tetap perlu mewaspadai meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah serta arus keluar dana asing (foreign outflow) yang masih berlangsung dan berpotensi membatasi ruang penguatan IHSG.
“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG berpotensi menguat,” tulis Panin Sekuritas.
Panin Sekuritas menjadikan SMGR, ITMG, dan PGEO sebagai saham unggulan untuk perdagangan hari ini.***



Tinggalkan Balasan