GUGAH — Persib Bandung memang menutup laga dengan skor meyakinkan. Tiga gol bersarang ke gawang Sabah FC dalam laga persahabatan internasional Dewata Challenge Series 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (15/8/2026).
Namun, kemenangan 3-0 itu bukan sekadar soal angka bagi Persib.
Di balik pesta gol tersebut, tim berjuluk Pangeran Biru justru menemukan gambaran tentang pekerjaan yang masih harus diselesaikan sebelum kompetisi musim 2026/2027 dimulai.
Kapten Persib, Marc Klok, menilai laga melawan wakil Malaysia itu menjadi ruang uji bagi tim untuk melihat sejauh mana materi latihan bisa diterjemahkan ke dalam pertandingan.
“Ini bukan tentang kemenangan. Ini tentang saling mengenal satu sama lain dengan lebih baik, belajar, dan melakukan hal-hal yang kami lakukan saat latihan untuk diterapkan dalam pertandingan,” kata Klok seusai laga.
Persib masih memiliki waktu sekitar dua pekan untuk membenahi tim. Bagi Klok, periode tersebut penting untuk memperkuat kekompakan sekaligus membangun chemistry antarpemain.
“Kami masih punya waktu sekarang, dua minggu untuk bersiap dan menjadi sebuah unit yang lebih baik dan membangun lebih banyak chemistry,” ujarnya.
Laga kontra Sabah juga memberi Persib kesempatan mengukur efektivitas skema yang selama ini diasah dalam latihan. Beberapa pola serangan mampu menghasilkan peluang dan berujung gol.
Bagi Klok, keberhasilan menerapkan latihan dalam pertandingan menjadi ukuran yang lebih penting daripada sekadar kemenangan.
“Selalu menyenangkan untuk menang, tapi yang paling penting adalah terus membangun tim, terus membangun skuad dan menjadi unit yang lebih baik,” katanya.
Tiga Gol, Tiga Cerita
Kemenangan Persib tidak datang tanpa makna. Tiga gol yang tercipta membawa cerita masing-masing.
Mariano Peralta membuka keunggulan pada menit ke-28. Gol tersebut menjadi torehan perdana pemain anyar itu bersama Persib.
Luka Menalo kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-76. Seperti Peralta, gol tersebut menjadi gol pertama Menalo sejak bergabung dengan Persib untuk menghadapi musim baru.
Beckham Putra Nugraha melengkapi kemenangan melalui gol pada menit ke-89.
Gol Beckham menjadi perhatian tersendiri. Baru kembali setelah menjalani agenda bersama tim nasional Indonesia, pemain tersebut langsung memberikan kontribusi di laga pertamanya bersama Persib.
Pelatih Persib, Igor Tolic, menyambut positif produktivitas lini depan tersebut.
“Saya senang ketika barisan pemain depan mencetak gol. Semuanya menjadi indah ketika banyak gol pertama tercipta. Beckham juga baru kembali dan langsung mencetak gol,” ujar Tolic.
Tetapi Tolic tidak ingin kemenangan tersebut menutupi pekerjaan rumah Persib.
Pelatih asal Kroasia itu mengakui kondisi fisik pemain belum sepenuhnya prima. Intensitas latihan selama pemusatan latihan di Bali, terutama program yang banyak melibatkan sprint, membuat pemain tampil dengan kondisi kaki yang tidak sepenuhnya segar.
“Latihan kami di beberapa hari terakhir sangat intensif dan banyak sprint. Kita bisa lihat kaki mereka tidak fresh,” katanya.
Kondisi itu terlihat dalam pertandingan. Meski demikian, Persib tetap mampu menciptakan sejumlah serangan balik dan menjaga keunggulan hingga laga berakhir.
Bagi Tolic, situasi tersebut masih berada dalam koridor persiapan.
Kemenangan atas Sabah bukan garis akhir. Justru dari pertandingan seperti inilah Persib bisa membaca bagian mana yang sudah bekerja dan bagian mana yang masih membutuhkan perbaikan.
Dengan musim kompetisi 2026/2027 yang semakin dekat, Persib kini memiliki waktu terbatas untuk mengubah kemenangan pramusim menjadi fondasi tim yang lebih matang.
Tiga gol boleh dirayakan. Tetapi bagi Persib, tantangan sebenarnya adalah memastikan permainan yang menghasilkan tiga gol itu bisa menjadi kebiasaan ketika pertandingan resmi dimulai.***



Tinggalkan Balasan