Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp120 Ribu per Kg, Telur Ayam Ras Rp37.500

|

GUGAH — Harga sejumlah komoditas pangan strategis masih menunjukkan tekanan di tingkat eceran. Cabai rawit merah tercatat menjadi komoditas dengan harga tertinggi, mencapai Rp120.000 per kilogram, sementara telur ayam ras dijual Rp37.500 per kilogram.

Data tersebut berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia dan dipantau pada Selasa (11/8/2026) pukul 08.30 WIB.

Selain cabai rawit merah, harga bawang merah tercatat Rp58.750 per kilogram, sedangkan bawang putih mencapai Rp51.900 per kilogram.

Baca Juga:  IHSG Terperosok ke Zona Merah Menjelang Rilis PDB Kuartal I-2026 di Tengah Eskalasi Konflik Global

Untuk komoditas beras, PIHPS mencatat beras kualitas bawah I dijual Rp16.000 per kilogram, kualitas bawah II Rp16.400 per kilogram, beras kualitas medium I Rp16.750 per kilogram, medium II Rp16.650 per kilogram, beras kualitas super I Rp19.450 per kilogram, dan kualitas super II Rp18.000 per kilogram.

Sementara itu, harga cabai merah besar berada di level Rp73.750 per kilogram, cabai merah keriting Rp76.250 per kilogram, serta cabai rawit hijau Rp65.000 per kilogram.

Baca Juga:  IHSG Dibuka Menghijau Tipis, Aksi Ambil Untung Jelang Libur "May Day" Bayangi Pergerakan

Pada kelompok protein hewani, daging ayam ras segar tercatat Rp50.750 per kilogram. Adapun daging sapi kualitas I dijual Rp143.750 per kilogram, sedangkan kualitas II Rp131.250 per kilogram.

Untuk komoditas gula, harga gula pasir premium mencapai Rp24.900 per kilogram, sementara gula pasir lokal berada di Rp20.000 per kilogram.

Di sisi lain, harga minyak goreng curah tercatat Rp20.000 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I dijual Rp27.500 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek II berada di kisaran Rp25.350 per liter.

Baca Juga:  Update Harga Pangan Nasional 2 Mei 2026: Cabai Rawit Hijau Anjlok, Komoditas Minyak Goreng dan Ayam Masih Meroket

Data PIHPS merupakan salah satu indikator pemantauan harga pangan nasional yang menggambarkan kondisi harga di tingkat pedagang eceran. Pergerakan harga dapat berubah mengikuti dinamika pasokan, distribusi, serta permintaan di masing-masing daerah.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran