GUGAH – Wakil Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bekasi, Muhammad Joefry, mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi musim kemarau panjang yang tengah melanda Kota Bekasi. Meski debit air di sejumlah sungai mulai mengalami penyusutan, masyarakat diminta tetap optimistis serta meningkatkan ikhtiar lahir dan batin.
Pria yang akrab disapa Panglima Joefry itu mengatakan, kemarau merupakan bagian dari ketetapan Allah SWT yang harus disikapi dengan kesabaran, ikhtiar, dan doa bersama agar tidak menimbulkan musibah bagi masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kota Bekasi agar tetap tenang dan tidak panik menghadapi musim kemarau yang sedang berlangsung. Selain melakukan ikhtiar dengan menghemat penggunaan air dan menjaga lingkungan, mari kita memperkuat ikhtiar spiritual dengan memperbanyak doa kepada Allah SWT,” ujar Joefry, Jumat (17/7/2026).
Ia mengajak para ulama, kiai, imam masjid, pengurus musala, pondok pesantren, majelis taklim, serta seluruh umat Islam di Kota Bekasi untuk bersama-sama memanjatkan doa agar musim kemarau tidak membawa bencana, melainkan menjadi jalan datangnya keberkahan.
Menurut Joefry, doa yang dipanjatkan secara berjamaah merupakan salah satu ikhtiar yang dianjurkan dalam ajaran Islam ketika menghadapi berbagai ujian, termasuk musim kemarau berkepanjangan.
“Mari kita bersama-sama bermunajat memohon kepada Allah SWT agar kemarau ini tidak membawa musibah, tetapi justru menghadirkan keberkahan bagi Kota Bekasi dan seluruh masyarakatnya. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan serta menjaga kita dari segala bentuk bencana,” katanya.
Joefry juga berharap apabila Allah SWT menurunkan hujan, hujan tersebut menjadi hujan yang penuh rahmat, membawa manfaat bagi kehidupan, mengisi kembali sungai, waduk, dan sumber-sumber air yang mulai surut, tanpa menimbulkan bencana hidrometeorologi.
“Kita memohon agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa rahmat dan keberkahan, menyuburkan bumi, mengisi kembali sumber-sumber air, namun tidak menimbulkan banjir, angin kencang, maupun bencana lainnya. Semoga setiap doa yang dipanjatkan bersama menjadi wasilah turunnya rahmat Allah bagi Kota Bekasi,” tuturnya.
Ia menambahkan, momentum kemarau panjang juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk semakin peduli terhadap lingkungan, menggunakan air secara bijak, serta memperkuat solidaritas sosial dalam menghadapi dampak musim kemarau.
Joefry berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersatu dalam ikhtiar dan doa agar musim kemarau segera berakhir dengan turunnya hujan yang membawa keberkahan, memberikan manfaat bagi alam dan kehidupan masyarakat, serta terhindar dari banjir maupun bencana lainnya. ***



Tinggalkan Balasan