GUGAH – Prestasi membanggakan kembali diraih alumni Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Purwakarta. Reihan, alumni MTs dan MA Al-Muhajirin Kampus Pusat, berhasil meraih penghargaan Top 1 Best Speaker dalam ajang International Conference Santri Mendunia yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia.
International Conference Santri Mendunia merupakan forum yang mempertemukan santri berprestasi dari berbagai daerah untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta memperluas jejaring internasional. Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung di Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Dalam forum tersebut, Reihan dinilai unggul berkat kemampuan berbicara di depan publik, penguasaan materi, serta penyampaian gagasan yang dinilai inspiratif. Atas capaian itu, ia dinobatkan sebagai Top 1 Best Speaker pada puncak kegiatan di Kuala Lumpur.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Yayasan Al-Muhajirin. Capaian itu juga menunjukkan bahwa pendidikan pesantren mampu melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki pemahaman keislaman yang kuat, tetapi juga mampu bersaing di tingkat internasional melalui kemampuan intelektual, komunikasi, dan kepemimpinan.
Usai mengikuti konferensi internasional tersebut, Reihan dijadwalkan kembali mengikuti agenda berskala global. Pada 24 Juli 2026 mendatang, ia akan berangkat ke Arab Saudi untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional yang akan dilaksanakan di Kantor Urusan Haji Jeddah.
Program tersebut menjadi bagian dari kegiatan pengabdian sekaligus penguatan pengalaman internasional bagi para peserta.
Keikutsertaan Reihan dalam berbagai agenda internasional diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para santri dan generasi muda Indonesia untuk terus mengembangkan kapasitas diri, berani tampil di tingkat global, serta membawa nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Keluarga besar Pesantren Al-Muhajirin turut menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas prestasi yang diraih Reihan.
“Semoga langkah Reihan senantiasa diberi kemudahan, menjadi ladang ilmu dan keberkahan, serta terus mengharumkan nama Al-Muhajirin, Kabupaten Purwakarta, dan Indonesia di mata dunia.” ***



Tinggalkan Balasan