GUGAH – Libur sekolah mulai membawa angin segar bagi sektor pariwisata di kawasan Ciater, Kabupaten Subang. Hotel Sari Ater Hot Spring Resort mencatat lonjakan tingkat hunian hingga 30 persen pada akhir pekan pertama musim liburan, setelah hampir dua tahun menghadapi tekanan akibat menurunnya jumlah wisatawan.
Direktur Sales Hotel Sari Ater and Resort, Dian Setiadi, mengatakan peningkatan okupansi mulai terasa sejak awal libur sekolah. Meski masa liburan baru berlangsung sekitar sepekan, jumlah tamu yang menginap mengalami kenaikan signifikan dibandingkan hari biasa.
“Alhamdulillah, di pekan pertama libur sekolah ini, okupansi kami naik sampai 30 persen di akhir pekan,” ujar Dian Setiadi dikutip dari laman RRI, Sabtu (4/7/2026).
Menurut Dian, peningkatan tersebut menjadi titik balik bagi Sari Ater setelah menghadapi masa sulit selama hampir dua tahun. Penurunan kunjungan dipicu oleh dampak kecelakaan maut yang terjadi di depan Masjid As-Saadah, Ciater, serta kebijakan larangan kegiatan study tour yang sempat diberlakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Ini adalah momentum kebangkitan kami setelah sempat vakum hampir dua tahun, akibat tragedi kecelakaan dan kebijakan larangan study tour,” katanya.
Di sisi lain, Sari Ater juga menghadapi tantangan baru berupa meningkatnya persaingan bisnis perhotelan di kawasan Ciater. Sejumlah hotel baru bermunculan sehingga wisatawan memiliki lebih banyak alternatif akomodasi.
“Kami menyadari tamu punya banyak pilihan hotel di Ciater sekarang. Namun kenaikan ini tetap menjadi berkah besar bagi kami,” ungkap Dian.
Untuk memanfaatkan momentum liburan sekolah, manajemen meluncurkan paket bertema “Liburan Sekolah Bersama Keluarga”. Paket tersebut ditawarkan mulai Rp1,2 juta untuk kamar hotel dan Rp2 juta untuk bungalow, lengkap dengan berbagai fasilitas rekreasi.
“Paket ini sudah termasuk sarapan, tiket rekreasi, kolam air panas, water park, dan Korean BBQ. Untuk kamar berlaku untuk dua orang, dan bungalow untuk empat orang,” jelasnya.
Melalui program tersebut, manajemen berharap tidak hanya meningkatkan tingkat hunian hotel, tetapi juga mendorong kunjungan ke seluruh kawasan wisata Sari Ater selama musim libur sekolah.
“Kami optimistis paket ini, bisa menggerakkan dua sektor sekaligus, yaitu hotel dan wisata. Data final okupansi akhir pekan akan kami rilis pada 5 Juli besok,” tutup Dian.***



Tinggalkan Balasan