GUGAH – Kebiasaan merokok dinilai tetap berdampak buruk terhadap kemampuan fisik, meski seseorang rutin berolahraga dan memiliki kondisi tubuh yang tampak bugar. Paparan asap rokok dapat mengganggu kemampuan tubuh memanfaatkan oksigen sehingga menurunkan performa saat beraktivitas fisik.
Dokter sekaligus influencer kesehatan Tirta Mandira Hudhi menjelaskan, masih banyak orang yang menganggap kebiasaan merokok tidak memengaruhi kemampuan olahraga karena tetap mampu berlari cepat atau memiliki tubuh atletis. Padahal, menurutnya, performa fisik justru berpotensi meningkat apabila kebiasaan merokok dihentikan.
“Kalau Anda membanggakan diri bahwa ‘Saya bisa lari kencang padahal saya ngerokok’, what if kalau rokoknya distop? Maka lari Anda akan tambah kencang,” kata dr Tirta, dikutip Jumat (3/7/2026).
Ia menerangkan, salah satu dampak utama paparan asap rokok adalah terganggunya VO2 Max, yakni kapasitas maksimal tubuh dalam menggunakan oksigen selama melakukan aktivitas fisik. Penurunan kemampuan tersebut dapat memengaruhi fungsi paru-paru, daya tahan tubuh, hingga kualitas performa olahraga.
“Ketika Anda menyombongkan diri di media sosial bahwa Anda olahraganya keren, Anda larinya kencang, Anda atletis tapi Anda merokok, itu adalah dua hal yang kontradiktif. Karena ada yang namanya VO2 Max. Kalau VO2 Max itu diganggu dengan asap rokok atau polusi juga, itu akan mengganggu kinerja paru,” ujarnya.
Atas dasar itu, dr Tirta mengimbau masyarakat, terutama mereka yang aktif berolahraga, untuk menghentikan kebiasaan merokok. Menurutnya, berhenti merokok menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan paru-paru sekaligus mengoptimalkan kapasitas tubuh dalam menggunakan oksigen saat beraktivitas fisik.***



Tinggalkan Balasan