GUGAH – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung terus memperkuat aspek keselamatan perjalanan kereta api melalui program perbaikan geometri di sejumlah perlintasan sebidang. Hingga awal Juli 2026, sebanyak 27 dari target 47 titik perbaikan telah berhasil diselesaikan.
Program tersebut merupakan bagian dari pemeliharaan rutin prasarana perkeretaapian guna memastikan kondisi jalur rel tetap memenuhi standar keselamatan operasional.
Salah satu pekerjaan yang saat ini tengah berlangsung berada di perlintasan sebidang JPL Nomor 163B, Jalan Sumatera, Kota Bandung, tepatnya pada petak jalan antara Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong. Pekerjaan dimulai pada 1 Juli 2026 dan ditargetkan rampung pada 7 Juli 2026, dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan situasi di lapangan.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan bahwa perbaikan geometri merupakan bagian dari upaya menjaga keandalan jalur kereta api agar tetap aman dilalui perjalanan kereta.
“Perbaikan geometri merupakan bagian dari program rutin KAI untuk menjaga keandalan prasarana perkeretaapian. Pada pekerjaan di Jalan Sumatera, proses diawali dengan pembongkaran jalur dan lapisan aspal, dilanjutkan pemadatan konstruksi yang membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari sebelum dilakukan pengaspalan kembali. Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana dan tidak terkendala cuaca, pekerjaan di lokasi tersebut ditargetkan selesai pada 7 Juli 2026,” ujar Kuswardojo, Kamis (3/7/2026).
Menurut Kuswardojo, Jalan Sumatera menjadi salah satu prioritas pekerjaan selama Juli 2026 setelah KAI Daop 2 Bandung sebelumnya menyelesaikan perbaikan geometri di sejumlah titik lain di Kota Bandung, seperti Jalan Laswi, Jalan Sunda, dan kawasan Cikudapateuh.
Selain di Kota Bandung, pekerjaan serupa juga dilakukan secara bersamaan di wilayah operasional lainnya. Dua titik berada di Purwakarta, sementara tiga titik lainnya berada di lintas Ciamis–Banjar.
KAI Daop 2 Bandung menargetkan seluruh pekerjaan di 47 titik perlintasan sebidang dapat diselesaikan hingga akhir 2026. Melalui program tersebut, perusahaan berharap kualitas prasarana perkeretaapian tetap terjaga sehingga mampu mendukung keselamatan, keamanan, dan kelancaran perjalanan kereta api maupun pengguna jalan yang melintasi perlintasan sebidang.***



Tinggalkan Balasan