Ribuan Nahdliyin Garut Ikuti Ijazah Kitab Karya Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari

|

GUGAH – Ribuan warga Nahdlatul Ulama memadati Komplek Warga Rahayu, Kelurahan Pataruman, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (2/7/2026), untuk mengikuti kegiatan Ijazah Kitab-Kitab Karya Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah (LD) PCNU Kabupaten Garut. Kegiatan ini menghadirkan cucu pendiri Nahdlatul Ulama, KH. Fahmi Amrullah Hadziq dari Pondok Pesantren Tebuireng Jombang sebagai pemberi ijazah sanad keilmuan kepada para peserta.

Ribuan jamaah yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Garut telah memadati lokasi kegiatan sejak pagi hari. Mereka datang dari kalangan kiai, pengasuh pesantren, pengurus NU, santri, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang ingin memperoleh keberkahan sanad keilmuan langsung dari garis keturunan Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari.

Selain pembacaan ijazah kitab, acara juga menjadi ruang memperkuat tradisi intelektual Nahdlatul Ulama yang berpijak pada sanad keilmuan yang bersambung kepada para ulama pendahulu. Sembilan kitab karya Hadratussyaikh yang diijazahkan meliputi Adabul ‘Alim wal Muta’allim, Risalah Ahlussunnah wal Jama’ah, At-Tibyan, An-Nurul Mubin, Ziyadatut Ta’liqat, At-Tanbihatul Wajibat, Dhau’ul Mishbah, Audhahul Bayan, hingga Irsyadul Mu’minin.

Baca Juga:  Baznas Depok Salurkan Bantuan untuk Palestina: Bukti Peduli Kemanusiaan

Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Garut, KHR. Amin Muhyiddin Maolani, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni pemberian ijazah kitab, melainkan ikhtiar menjaga kesinambungan warisan keilmuan para ulama Ahlussunnah wal Jamaah. Menurutnya, sanad merupakan identitas utama dalam tradisi keilmuan Islam yang harus terus dirawat oleh generasi Nahdliyin.

“Kitab-kitab karya Hadratussyaikh merupakan fondasi pemikiran Nahdlatul Ulama. Melalui ijazah ini, kita tidak hanya menerima izin membaca dan mengajarkan, tetapi juga menerima amanah untuk menjaga akhlak, manhaj, serta perjuangan para ulama. Semoga lahir generasi NU yang alim, beradab, dan istiqamah dalam menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah,” ujar KHR. Amin Muhyiddin Maolani.

Ketua Panitia Pelaksana menjelaskan tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa tradisi talaqqi dan sanad keilmuan masih menjadi kebutuhan umat di tengah derasnya arus informasi digital. Panitia pun menyiapkan seluruh rangkaian acara sejak beberapa pekan sebelumnya agar pelaksanaan berlangsung tertib, nyaman, dan khidmat.

Baca Juga:  Kapolsek Parungpanjang Ajak 90 Anak Yatim Berwisata di Momen 10 Muharam

“Alhamdulillah, peserta hadir melampaui perkiraan kami. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat masih memiliki semangat tinggi untuk belajar langsung kepada para ulama yang memiliki sanad keilmuan yang jelas. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjadi agenda rutin PCNU Garut,” ujar Ketua Panitia.

Sementara itu, Ketua Lembaga Dakwah PCNU Kabupaten Garut, KH. Lukmanul Hakim, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program dakwah yang tidak hanya menitikberatkan pada penyampaian ceramah, tetapi juga penguatan literasi keislaman berbasis karya ulama Nusantara. Menurutnya, kitab-kitab karya Hadratussyaikh masih sangat relevan menjadi rujukan dalam menjawab berbagai tantangan kehidupan umat saat ini.

“LD PCNU Garut berkomitmen menghadirkan dakwah yang berakar pada khazanah keilmuan para ulama. Ijazah kitab ini menjadi momentum memperkenalkan kembali karya-karya monumental Hadratussyaikh kepada generasi muda agar mereka memahami NU dari sumber aslinya, bukan dari potongan informasi yang tidak utuh,” kata KH. Lukmanul Hakim.

Baca Juga:  Tinjau PLTP Kamojang, Bupati Garut Tegaskan Energi Bersih Jadi Prioritas Pembangunan

Kehadiran KH. Fahmi Amrullah Hadziq, cucu Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, menjadi daya tarik tersendiri dalam kegiatan tersebut. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian dengan penuh kekhusyukan sebagai bentuk penghormatan terhadap mata rantai keilmuan yang telah diwariskan para pendiri Nahdlatul Ulama selama hampir satu abad.

Melalui kegiatan ini, PCNU Kabupaten Garut berharap tradisi membaca, mengkaji, mengamalkan, dan menyebarluaskan karya-karya ulama Nusantara semakin tumbuh di tengah masyarakat. Penguatan sanad keilmuan dinilai menjadi salah satu benteng penting dalam menjaga kemurnian ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah sekaligus memperkuat peran NU dalam membangun kehidupan keagamaan yang moderat, damai, dan berkeadaban di Kabupaten Garut.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran