GUGAH – Sejumlah kiai dan nyai alumni Pondok Pesantren Krapyak berkumpul dalam agenda silaturahmi yang digelar di aula pesantren, Senin (29/6). Pertemuan tersebut menjadi momentum penyampaian dukungan kepada KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) untuk kembali maju sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar NU mendatang.
Dalam pertemuan itu, Bu Nyai Ida Rofaida Ali mewakili keluarga besar Pondok Pesantren Krapyak menyampaikan dukungan kasepuhan kepada Gus Yahya. Menurutnya, Gus Yahya merupakan salah satu alumni terbaik Krapyak yang telah mengemban amanah sebagai Ketua Umum PBNU.
“Kalau Mbah Ali Maksum masih ada, maka akan sangat bangga karena santri kinasihnya Gus Yahya Cholil Staquf menjadi Ketua Umum PBNU,” kata Bu Nyai Ida.
Putri KH Ali Maksum, yang pernah menjabat Rais Aam PBNU periode 1980–1984 itu, juga mengajak seluruh alumni Krapyak memberikan dukungan kepada Gus Yahya. Di sisi lain, ia berpesan agar Gus Yahya tetap mengedepankan sikap santun dalam menghadapi dinamika menjelang Muktamar NU.
“Gus Yahya harus tetap santun, insyaAllah dengan berkah dari Muassis Nahdlatul Ulama khususnya Mbah Hasyim Asy’ari Allah akan mudahkan jalannya menjadi Ketua Umum PBNU lagi,” pesan Bu Nyai Ida.
Sementara itu, penggagas kegiatan, KH Afifuddin Al Hasani Sumolangu, mengingatkan kembali sejarah dukungan keluarga besar Krapyak terhadap KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada Muktamar NU di Situbondo. Menurutnya, situasi yang dihadapi Gus Yahya saat ini memiliki kemiripan dengan perjalanan Gus Dur pada masa itu.
“Apa yang dialami Gus Yahya ini sama dengan yang dialami Gus Dur, makanya teringat dawuhnya Kyai Ali Maksum yang memerintahkan semua alumni Krapyak untuk membantu Gus Dur maka kita saat ini harus membantu Gus Yahya,” tegas Rais Syuriyah PCNU Kebumen tersebut.
Sebagai informasi, Pondok Pesantren Krapyak yang didirikan KH Muhammad Munawwir dan kemudian diteruskan KH Ali Maksum telah melahirkan sejumlah tokoh penting Nahdlatul Ulama. Tiga alumninya tercatat pernah menjabat Ketua Umum PBNU, yakni KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Said Aqil Siradj, dan KH Yahya Cholil Staquf.***



Tinggalkan Balasan