GUGAH – Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tri Tito Karnavian, resmi melantik Samantha Dewi Erwan Setiawan sebagai Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat periode 2026–2030. Prosesi pelantikan berlangsung secara virtual di Sekretariat TP PKK Jawa Barat, Kota Bandung, Senin (29/6).
Pelantikan istri Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan ini tertuang dalam Surat Keputusan Ketua Umum TP PKK No 005/KEP/PKK.PSY/VI/2026. Selain memimpin PKK, Samantha juga didapuk sebagai Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Jabar berdasarkan SK No 003/KEP/POSYANDU.PSY/VI/2026.
”Saya Ketua Umum Tim Penggerak PKK dengan ini resmi melantik Samantha Dewi sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat untuk periode tahun 2026-2030,” ujar Tri Tito Karnavian dalam sambutannya.
Dalam arahannya, Tri Tito Karnavian mengamanatkan kepada Samantha agar segera menata, memberdayakan, dan mendayagunakan Posyandu di Jawa Barat. Langkah ini harus diakselerasi melalui sinergitas enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
”Meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman dan ketertiban umum,” kata Tri.
Merespons amanah tersebut, Samantha Dewi menegaskan bahwa jabatan baru ini merupakan ruang pengabdian nyata untuk masyarakat, sekaligus melanjutkan estafet kepemimpinan dari ketua sebelumnya, Siska Gerfianti. Ia berkomitmen penuh menyukseskan program “Jabar Istimewa” melalui penguatan ketahanan keluarga.
”Dari keluarga yang kuat akan lahir generasi yang berkualitas, dan dari perempuan yang berdaya akan tumbuh masyarakat yang maju,” tutur Samantha usai pelantikan.
Samantha membeberkan dua agenda prioritas yang akan langsung digarap oleh kepengurusannya:
Akselerasi Pengentasan Stunting: Samantha memandang isu stunting sebagai tantangan sekaligus peluang menuju Generasi Emas. Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa instan karena melibatkan ekosistem yang kompleks.
”Ini bukan hanya persoalan pemenuhan gizi, melainkan sebuah lingkaran yang melibatkan perbaikan sanitasi, akses air bersih, pola asuh keluarga, hingga edukasi kesehatan reproduksi sejak masa kehamilan,” jelasnya.
Perlindungan Perempuan dan Anak: Menyoroti masih maraknya kasus kekerasan—seperti kasus penyekapan perempuan berinisial YTR (29) oleh tersangka Taufik Hidayat (30) baru-baru ini—Samantha meminta masyarakat dan kader PKK menjadi garda terdepan pencegahan. Ia mendorong warga untuk berani melapor ke aparat atau pengurus PKK tingkat desa/kelurahan jika menemui indikasi kekerasan atau penelantaran.
”Gerakan PKK dan transformasi Posyandu hari ini bukan lagi sebagai program pelengkap, melainkan pilar utama pembangunan sumber daya manusia,” tegas perempuan kelahiran Bandung, 6 Desember 1971 tersebut.
Sektor pemberdayaan bukan hal baru bagi alumni Universitas Padjadjaran ini. Samantha tercatat memiliki rekam jejak organisasi yang panjang, di antaranya:
- Ketua Ikatan Keluarga Dewan (IKD) Kota Bandung (2009–2014)
- Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Sumedang (2018–2023)
- Ketua P2TP2A Kabupaten Sumedang (2018–2023)
- Dewan Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Jabar (Saat ini)
Pengalaman matang ini memicu optimisme dari Wakil Gubernur Jawa Barat selaku Pembina TP PKK Jabar, Erwan Setiawan. Erwan berharap PKK dan Posyandu mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan isu-isu krusial di daerah.
”Amanah yang diberikan harus dijalankan dengan penuh dedikasi. Keberhasilan pelaksanaan program PKK dan Posyandu sangat bergantung pada kolaborasi, komitmen, dan konsistensi kita semua,” pungkas Erwan.***



Tinggalkan Balasan