Rupiah Diproyeksikan Melemah Terbatas, Pasar Tunggu Data Ekonomi AS

|

GUGAH – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak melemah secara terbatas pada perdagangan Senin (29/6).

Pelemahan tersebut dipengaruhi sentimen global, terutama menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat.

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, mengatakan perhatian pelaku pasar saat ini tertuju pada data ketenagakerjaan AS atau Non-Farm Payroll (NFP) yang menjadi salah satu indikator utama arah kebijakan moneter bank sentral AS.

Baca Juga:  Indef: Kredibilitas Kebijakan Jadi Kunci Jaga Rupiah dan IHSG Tetap Menguat

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah dengan kisaran yang sempit di Rp17.900 – Rp17.950 dipengaruhi oleh faktor global antisipasi rilis data ekonomi AS, terutama data NFP (Non-Farm Payroll),” kata dia dikutip dari laman Antara, Senin (29/6).

Data NFP diperkirakan berada di kisaran 114 ribu, lebih rendah dibandingkan realisasi bulan sebelumnya yang mencapai 172 ribu.

Penurunan tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor dalam mencermati prospek perekonomian AS.

Baca Juga:  Rupiah Menguat di Awal Juni 2026, Jadi Mata Uang Terkuat di Asia

Selain itu, pasar juga masih mencermati arah kebijakan suku bunga bank-bank sentral dunia.

Dalam forum European Central Bank (ECB), muncul ekspektasi bahwa suku bunga global akan tetap berada pada level tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.

Dari dalam negeri, pelaku pasar masih menantikan rilis data neraca perdagangan Indonesia dan inflasi yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (1/7).

Baca Juga:  Harga Emas Antam Mandek di Level Rp2,83 Juta Per Gram Hari Ini

“NFP data AS diperkirakan 114 ribu menurun dari 172 ribu, neraca perdagangan Indonesia masih surplus dengan pencapaian diperkirakan 1,18 miliar dolar AS,” ungkap Rully.

Meski demikian, pada awal perdagangan Senin pagi, rupiah justru dibuka menguat 63 poin atau 0,35 persen ke level Rp17.859 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.922 per dolar AS.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran