H. Aceng Malky Mimar Pimpin Majelis Alumni IPNU Garut

|

GUGAH – Alumni lintas generasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Garut resmi membentuk Majelis Alumni (MA) IPNU Kabupaten Garut sebagai wadah konsolidasi, pemberdayaan kader, dan penguatan kontribusi bagi Nahdlatul Ulama (NU) serta pembangunan daerah.

Pembentukan Majelis Alumni tersebut disepakati dalam agenda Silaturahmi dan Pembentukan MA IPNU Kabupaten Garut yang digelar di Rumah Makan Tujuh Likur, Jalan Suherman, Ciateul, Garut, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan ini dihadiri alumni IPNU dari berbagai angkatan, mulai era 1970-an hingga kader tahun 2024.

Pengurus PC IPNU Kabupaten Garut Masa Khidmat 2024–2026 menjadi penyelenggara kegiatan sebagai upaya membangun sinergi antara kader aktif dan para alumni.

Melalui musyawarah mufakat, forum menetapkan H. Aceng Malky Mimar sebagai Ketua Presidium Majelis Alumni IPNU Kabupaten Garut. Sementara H. Subhan Fahmi dipercaya sebagai sekretaris dan Jajang Iskandar sebagai bendahara untuk kepengurusan perdana.

Baca Juga:  PCNU Garut Awali Pembangunan Lanjutan Gedung, Ditargetkan Jadi Pusat Pelayanan

Pembentukan MA IPNU Kabupaten Garut dinilai sebagai langkah strategis untuk menghimpun potensi para kader yang telah berkiprah di berbagai bidang. Organisasi ini diharapkan menjadi ruang silaturahmi, penguatan jejaring, sekaligus wadah pengabdian alumni dalam mendukung kaderisasi dan pengembangan IPNU di Kabupaten Garut.

Koordinator pembentukan MA IPNU Kabupaten Garut, Ir. Deni Rangga Jaya, mengatakan pembentukan organisasi alumni merupakan kebutuhan bersama agar para kader tetap memiliki ruang untuk berkontribusi setelah menyelesaikan masa pengabdiannya di IPNU.

“IPNU telah melahirkan banyak kader yang hari ini mengabdi sebagai ulama, akademisi, birokrat, politisi, pengusaha, hingga tokoh masyarakat. Potensi tersebut harus dihimpun dalam satu wadah agar mampu menjadi kekuatan besar untuk mendukung organisasi, Nahdlatul Ulama, dan pembangunan daerah,” ujarnya.

Baca Juga:  Kinerja APBD Jawa Barat April 2026 Catat Surplus Rp11,9 Triliun

Menurut Deni, Majelis Alumni bukan untuk mengambil alih peran kepengurusan aktif, melainkan menjadi mitra strategis yang memberikan pendampingan, pengalaman, jejaring, serta dukungan terhadap program kaderisasi yang dijalankan PC IPNU Kabupaten Garut.

Ia menjelaskan, pembentukan kepengurusan di tingkat kabupaten menjadi langkah awal sebelum organisasi alumni dibentuk hingga tingkat kecamatan. Dengan struktur yang terintegrasi, komunikasi antargenerasi alumni diharapkan semakin kuat dan efektif.

“Organisasi alumni ini harus menjadi rumah bersama. Kita ingin alumni tidak hanya bertemu dalam kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan program nyata di bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi, sosial kemasyarakatan, hingga pengembangan sumber daya manusia. Alumni harus menjadi penguat gerakan kaderisasi, bukan sekadar menjadi bagian dari sejarah,” katanya.

Baca Juga:  LKPJ Bupati Purwakarta 2025: DPRD Diuji, Jadi Instrumen Koreksi atau Sekadar Tukang Stempel?

Ke depan, MA IPNU Kabupaten Garut juga diarahkan menjadi ruang kolaborasi lintas profesi. Para alumni diharapkan dapat saling menguatkan sesuai bidang keahlian masing-masing sehingga mampu melahirkan kader-kader yang profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dan tradisi kepesantrenan.

Dengan terbentuknya Majelis Alumni dan terpilihnya H. Aceng Malky Mimar sebagai ketua presidium, organisasi ini diharapkan menjadi wadah alumni yang solid, inklusif, dan produktif dalam mendukung kaderisasi serta pengabdian kepada umat, bangsa, dan Nahdlatul Ulama.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran