Dinilai Tenang dan Santun Hadapi Berbagai Serangan, PCNU se-Lampung Sepakat Dukung Gus Yahya Kembali Pimpin PBNU

|

GUGAH – Sikap santun dan tenang yang ditunjukkan Ketua Umum PBNU, Gus Yahya Cholil Staquf, dalam menghadapi berbagai serangan dan fitnah selama masa kepemimpinannya, menuai simpati dari jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Lampung. Dukungan pun menguat agar putra almarhum KH Cholil Bisri itu kembali memimpin PBNU pada periode berikutnya.

Dukungan tersebut mengemuka dalam acara silaturahmi Gus Yahya bersama PWNU dan 15 PCNU se-Lampung yang digelar di Hotel BBC, Lampung Tengah, Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Syuriah dan Tanfidziyah dari seluruh PCNU di Provinsi Lampung.

Dalam suasana penuh keakraban, Gus Yahya mendapat kesempatan menjelaskan berbagai dinamika yang terjadi selama kepemimpinannya di PBNU. Ia menanggapi beragam isu, mulai dari upaya pemakzulan yang berujung pada ishlah hingga berbagai tuduhan yang pada akhirnya tidak terbukti.

Baca Juga:  Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tiba di Mina Usai Jalani Ibadah di Arafah dan Muzdalifah

Sikap Gus Yahya yang tetap tenang, sejuk, dan tidak membalas serangan kepada pihak-pihak yang kerap mengkritiknya justru mendapat apresiasi dari para pengurus NU di tingkat wilayah maupun cabang.

Selain itu, permohonan Gus Yahya untuk diberikan tambahan waktu guna menuntaskan berbagai program dan janji yang disampaikannya saat mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU juga memperoleh respons positif.

Ketua PCNU Lampung Barat, KH Imam, mengaku prihatin melihat berbagai tekanan yang dihadapi Gus Yahya selama memimpin organisasi.

“Kami kasihan kepada Gus Yahya karena terus dikeroyok. Karena itu kami di Lampung mendorong adanya ishlah dan mendoakan agar Gus Yahya diberi kekuatan,” ujarnya.

Senada dengan itu, anggota Syuriah PCNU Mesuji, Gus Karim, mengaku tersentuh dengan perjalanan kepemimpinan Gus Yahya yang menurutnya sempat mengalami berbagai upaya penjegalan, pemecatan, hingga proses ishlah yang dinilai belum sepenuhnya terasa.

Baca Juga:  Gus Yahya Hadir di Workshop Pesantren, Isyarat Politik Muktamar Mulai Terbaca?

“Soal pertukaran jelas, soal geger juga jelas, semuanya sudah tahu. Kalau panjenengan minta waktu untuk membayar utang, tentu lebih baik diberi kesempatan. Monggo, Gus, kami mendukung,” katanya yang disambut tepuk tangan peserta.

Dukungan serupa disampaikan anggota Syuriah PCNU Lampung Tengah, KH Ishomudin. Ia menilai penjelasan Gus Yahya telah memberikan gambaran yang utuh mengenai berbagai persoalan yang dihadapi PBNU.

“Insyaallah diberi tempo, karena semuanya sudah jelas dari penjelasan Gus Yahya. Semoga teman-teman PCNU di seluruh Indonesia dapat melihat siapa yang benar-benar berkhidmat kepada NU dan siapa yang kurang memberikan manfaat bagi organisasi,” ujarnya.

KH Ishomudin diketahui juga termasuk tokoh yang mendukung proses ishlah pada Musyawarah Kubro di Lirboyo, Kediri, Desember 2025.

Baca Juga:  Gus Yahya dan Kiai Imjaz Duduk Semeja di Cirebon, Sinyal Poros Baru Guncang Bursa Muktamar NU

Menanggapi dukungan tersebut, Gus Yahya menyampaikan apresiasi. Ia menegaskan bahwa permintaannya untuk diberikan tambahan waktu semata-mata didasarkan pada tanggung jawab moral untuk menuntaskan amanah yang belum selesai.

“Menurut syariat, kalau utang belum lunas maka boleh meminta tempo untuk melunasinya,” ujar mantan Juru Bicara Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), itu.

Gus Yahya juga menegaskan bahwa tanggung jawab utamanya sebagai Ketua Umum PBNU adalah menjaga keutuhan organisasi.

“Ini bukan soal menang atau kalah. Kewajiban saya adalah menjaga Nahdlatul Ulama tetap utuh,” tegasnya.

Silaturahmi ditutup dengan sesi foto bersama. Pada penghujung acara, seluruh peserta kompak meneriakkan yel-yel, “Gus Yahya, Lanjutkan!”, sebagai bentuk dukungan agar ia kembali memimpin PBNU pada periode mendatang.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran