BPBD Purwakarta Imbau Warga Waspadai Kekeringan dan Karhutla Saat Puncak Kemarau 2026

|

GUGAH – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana selama musim kemarau 2026. Berdasarkan prediksi BMKG dan BPBD Provinsi Jawa Barat, puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Juli hingga Oktober mendatang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purwakarta, Heryadi Erlan, mengatakan musim kemarau tahun ini berpotensi menimbulkan berbagai bencana hidrometeorologi kering, seperti kekeringan, krisis air bersih, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Selain itu, masyarakat juga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi selama musim kemarau, termasuk angin kencang, puting beliung, dan pohon tumbang.

Baca Juga:  Prakiraan Cuaca Hari Ini Minggu 3 Mei 2026, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Sambaran Petir

Menurut Heryadi, sejumlah wilayah di Purwakarta memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi terhadap kekeringan, di antaranya Kecamatan Bungursari, Campaka, Cibatu, Purwakarta, Babakancikao, Sukatani, serta beberapa desa di Kecamatan Pasawahan. Wilayah-wilayah tersebut menjadi prioritas perhatian BPBD dalam upaya mitigasi dan penanganan dampak kemarau.

Untuk mengurangi risiko bencana, BPBD telah melakukan berbagai langkah kesiapsiagaan melalui koordinasi dengan perangkat daerah, instansi terkait, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa dan kelurahan. Sosialisasi kepada masyarakat juga terus dilakukan agar warga memahami langkah-langkah pencegahan selama musim kemarau.

Baca Juga:  Perkara Rp100 Juta Dilaporkan ke Polisi, Polemik Rp35 Miliar Hanya Omon-omon?

BPBD mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama di kawasan yang berdekatan dengan hutan. Tindakan tersebut dinilai penting untuk mencegah terjadinya kebakaran yang dapat meluas dan mengancam keselamatan warga.

Di sektor pertanian, musim kemarau diperkirakan akan memengaruhi ketersediaan air bagi lahan pertanian. Karena itu, petani disarankan menyesuaikan pola tanam, termasuk mempertimbangkan komoditas yang lebih tahan terhadap kondisi minim air.

Baca Juga:  Jadi Makelar Proyek, Oknum ASN Subang Gondol Duit Belasan Juta

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Purwakarta juga membuka layanan pengaduan kebutuhan air bersih melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops). Masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih dapat melapor melalui nomor layanan 0811-9937-117.

BPBD memastikan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk PDAM, dinas terkait, perusahaan penyedia air minum, serta sektor industri untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau berlangsung.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran