TPA Sarimukti Terancam Penuh, Bandung Barat Siapkan 50 Titik Pengolahan Sampah

|

GUGAH – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mulai menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi potensi krisis sampah akibat keterbatasan daya tampung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang diperkirakan hanya mampu beroperasi hingga Oktober 2026.

Sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap TPA Sarimukti, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat menyiapkan 50 titik pengolahan sampah yang akan tersebar di berbagai wilayah.

Kepala DLH Kabupaten Bandung Barat, Ibrahim Aji, mengatakan pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait rencana bantuan teknologi pengolahan sampah.

“Kami masih koordinasi dengan provinsi. Informasinya kan mau ada bantuan mesin pengolah sampah, tapi jenisnya kami belum tahu. Di Bandung Barat sementara di 50 titik,” kata Ibrahim, Senin (8/6/2026).

Produksi Sampah Capai 700 Ton per Hari

Ancaman krisis sampah di Bandung Barat tidak terlepas dari tingginya volume sampah harian yang mencapai sekitar 700 ton per hari.

Baca Juga:  Diklatsar Banser Bekasi Selatan Resmi Dibuka, Kader Didorong Perkuat Intelektual

Dari jumlah tersebut, sekitar 200 ton sampah setiap hari diangkut ke TPA Sarimukti. Sementara sisanya dikelola secara mandiri oleh masyarakat atau belum terjangkau layanan pengangkutan pemerintah.

Artinya, hampir 30 persen sampah di Bandung Barat masih bergantung pada TPA Sarimukti, sedangkan lebih dari 70 persen lainnya ditangani melalui berbagai metode pengelolaan di tingkat masyarakat.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri mengingat kapasitas TPA Sarimukti terus menurun akibat tingginya volume sampah yang berasal dari kawasan Bandung Raya.

Andalkan 50 Titik Pengolahan Sampah

Untuk mengurangi beban TPA Sarimukti, Pemkab Bandung Barat menargetkan pengoperasian 50 titik pengolahan sampah.

Jika setiap titik nantinya dilengkapi mesin pengolah berkapasitas 5 hingga 10 ton per hari, total kapasitas pengolahan sampah dapat mencapai 250 hingga 500 ton per hari.

Baca Juga:  Serangan Penyakit Mendadak Gagalkan Keberangkatan Tiga Jemaah Haji Asal Ciamis ke Tanah Suci

“Jadi kalau menggunakan alat itu Kabupaten Bandung Barat relatif aman. Kita sehari yang masuk TPA Sarimukti itu 200 ton, sementara kapasitas mesin itu katanya 5 atau 10 ton, jadi bisa olah 250 hingga 500 ton sehari,” ujar Ibrahim.

Menurutnya, kapasitas tersebut berpotensi menekan ketergantungan terhadap TPA Sarimukti secara signifikan, bahkan memungkinkan sebagian besar sampah harian diolah langsung di wilayah Bandung Barat.

Layanan Pengangkutan Baru Menjangkau 10 Kecamatan

Ibrahim menjelaskan, saat ini layanan pengangkutan sampah oleh DLH baru mencakup 10 dari total 16 kecamatan di Kabupaten Bandung Barat.

Keterbatasan armada menjadi salah satu kendala utama yang menyebabkan pelayanan belum dapat menjangkau seluruh wilayah.

Akibatnya, masyarakat di sejumlah daerah harus mengelola sampah secara mandiri melalui berbagai metode, seperti bank sampah, budidaya maggot, hingga pemanfaatan limbah makanan sebagai pakan ternak.

Baca Juga:  Ratusan Butir Tramadol hingga Eximer diamankan Polisi dari Seorang Pria di Bekasi

“Yang dikirim itu kan 200 ton dari 10 cakupan wilayah pelayanan pengangkutan. Sisanya itu ada yang dikelola melalui Bank Sampah, maggot, kemudian contohnya di selatan itu food waste biasanya dipakai pakan. Kalau di perkotaan baru food waste-nya banyak,” jelasnya.

Kapasitas TPA Sarimukti Kian Kritis

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Zona 5 atau area perluasan TPA Sarimukti seluas 6,3 hektare diperkirakan hanya mampu menampung sampah hingga Oktober 2026.

Kuota pembuangan yang semula dirancang sebesar 1.400 ton per hari dalam praktiknya kerap terlampaui hingga mencapai 1.700 ton per hari. Kondisi tersebut mempercepat berkurangnya kapasitas tampung TPA.

Situasi ini mendorong pemerintah daerah di wilayah Bandung Raya, termasuk Kabupaten Bandung Barat, untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis sumber sebagai solusi jangka panjang.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran