Sate Putri Hanjawar Jakarta, Kuliner Domba Legendaris dari Puncak yang Kini Hadir di Dharmawangsa

|

GUGAH – Bagi pencinta sate kambing dan domba, nama Sate Hanjawar tentu bukan nama asing. Berawal dari sebuah desa kecil di kawasan Puncak, Cianjur, kuliner legendaris ini kini hadir di jantung Jakarta melalui Sate Putri Hanjawar yang berlokasi di Jalan Dharmawangsa IV No. 27A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Dibuka pada Januari 2025, Sate Putri Hanjawar menjadi cabang kedua dari usaha keluarga yang telah dikenal luas sejak 1998. Nama Hanjawar sendiri diambil dari desa asal tempat usaha sate tersebut pertama kali berdiri dan menjadi destinasi favorit para wisatawan yang melintasi kawasan Puncak.

Kini, usaha tersebut diteruskan oleh generasi kedua keluarga pendiri. Embel-embel “Putri” pada namanya menandakan bahwa cabang ini dikelola oleh putri sulung keluarga. Meski berpindah lokasi ke ibu kota, cita rasa dan resep yang digunakan tetap mempertahankan keaslian warisan keluarga.

Baca Juga:  Bukan Mitos, Melainkan Sejarah: Mahkota Binokasih Dibawa Kembali Mengelilingi Tanah Pasundan

Begitu memasuki area restoran, pengunjung langsung disambut suasana dapur terbuka yang memperlihatkan proses pengolahan sate secara langsung. Tusukan sate dibakar di atas bara arang sambil sesekali dikipasi secara manual oleh para juru bakar. Aroma asap yang berpadu dengan kecap manis menciptakan sensasi khas yang menggugah selera.

Daya tarik utama Sate Putri Hanjawar terletak pada kualitas daging dombanya yang empuk dan minim aroma prengus. Baik sate daging murni maupun sate campur lemak disajikan dengan tingkat kematangan yang pas sehingga teksturnya lembut saat dikunyah.

Baca Juga:  Chandra Aditya Nurriefan: Menenun Perubahan Melalui Retorika dan Pengabdian Santri

Sate tersebut semakin nikmat saat disantap bersama bumbu kacang yang manis gurih atau dipadukan dengan cabai rawit hijau yang tersedia di meja makan. Perpaduan rasa sederhana ini justru menjadi kekuatan utama yang membuat banyak pelanggan kembali datang.

Selain sate, restoran ini juga menawarkan menu olahan domba lainnya yang tak kalah menarik. Tongseng Kambing hadir dengan potongan daging melimpah dalam kuah manis hangat yang dipadukan dengan kol dan tomat segar. Menu ini cocok disantap bersama nasi hangat.

Sementara itu, Sop Kambing menjadi pilihan bagi mereka yang menginginkan rasa lebih ringan. Potongan daging domba berukuran besar disajikan dalam kuah gurih dengan sentuhan rempah yang seimbang. Dagingnya begitu empuk hingga mudah terlepas dari tulang hanya menggunakan sendok dan garpu.

Baca Juga:  Pemerintah Cairkan Gaji Ke-13 Juni 2026, Ini Besaran dan Penerimanya

Di tengah menjamurnya restoran modern dan tempat nongkrong kekinian di kawasan Dharmawangsa, Sate Putri Hanjawar tetap mampu menarik perhatian. Pengunjung datang dari berbagai wilayah, mulai dari Jakarta Barat, Tangerang hingga kawasan penyangga ibu kota lainnya.

Ramainya pelanggan setiap hari menunjukkan bahwa kuliner tradisional yang mempertahankan kualitas dan cita rasa autentik tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Sate Putri Hanjawar menjadi bukti bahwa resep keluarga yang telah bertahan puluhan tahun masih mampu bersaing di tengah dinamika kuliner Jakarta yang terus berkembang.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran