GUGAH – Pelemahan nilai tukar rupiah yang telah menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) belum berdampak signifikan terhadap sektor peternakan unggas nasional. Pemerintah bahkan mencatat pasokan telur masih melimpah meski biaya pakan berpotensi terpengaruh oleh kenaikan nilai tukar.
Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan harga pangan, termasuk komoditas hasil peternakan, masih berada dalam kondisi stabil.
“Terkait dampak pelemahan rupiah terhadap harga komoditas pangan, mendag memastikan harga-harga masih stabil,” demikian keterangan yang disampaikan Kemendag, Kamis (4/6/2026).
Budi menegaskan kondisi tersebut tercermin dari data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang menunjukkan pasokan bahan pokok masih normal.
“Coba dicek di SP2KP harganya stabil. Stok bahan pokok normal. Bahkan telur saja surplus. Itu kan bahan pakannya segala macam juga pasti naik, tapi tetap surplus. Bahkan harganya malah di bawah HET sehingga harus ada penyerapan yang bagus. Jadi sebenarnya relatif bagus ya, tinggal kita bagaimana mengatur antara suplai dengan permintaan,” paparnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa pelemahan rupiah belum memberikan tekanan berarti terhadap produksi telur nasional, meski sebagian bahan baku pakan ternak masih bergantung pada komponen impor yang sensitif terhadap pergerakan kurs.
Menurut Budi, tantangan yang dihadapi saat ini bukan pada ketersediaan pasokan, melainkan menjaga keseimbangan antara suplai dan permintaan agar harga tetap stabil dan tidak merugikan peternak.
Data surplus telur juga menunjukkan sektor peternakan unggas masih mampu menjaga produktivitas di tengah tekanan ekonomi global dan gejolak nilai tukar. Bahkan, harga telur saat ini tercatat berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga diperlukan penyerapan pasar yang lebih optimal.
Di tengah kekhawatiran publik terhadap dampak pelemahan rupiah terhadap harga kebutuhan pokok, pemerintah menilai kondisi pangan nasional secara umum masih terkendali dengan stok yang mencukupi dan harga yang relatif stabil.***



Tinggalkan Balasan