Ngahiji Dina Karya, Ngajaya Dina Usaha, Bos Beye Resmi Maju Jadi Calon Ketua Kadin Purwakarta

|

GUGAH – Menjelang berakhirnya masa pendaftaran bakal calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Purwakarta pada Selasa, 2 Juni 2026, nama R. Priyatna Kusumah atau yang akrab disapa Bos Beye resmi mencatatkan dirinya sebagai salah satu sosok yang siap memimpin organisasi penampung aspirasi dunia usaha tersebut.

Langkah ini diambil sebagai wujud keseriusan dan komitmennya untuk turut menggerakkan roda perekonomian daerah menuju masa depan yang lebih gemilang dan bermartabat.

Membawa semangat persatuan dan kemajuan, Bos Beye mengusung tagline yang sarat makna dan filosofi lokal: “Ngahiji Dina Karya, Ngajaya Dina Usaha, Purwakarta Istimewa”.

Kalimat ini menjadi landasan pemikirannya, mengandung pesan bahwa hanya dengan bersatu dalam kerja nyata, dunia usaha dapat tumbuh dan berjaya, sejalan dengan cita luhur menjadikan Purwakarta sebagai kabupaten yang istimewa dalam segala aspek pembangunannya.

Dalam pernyataannya, Bos Beye menguraikan visi besar yang ingin ia wujudkan apabila nantinya diberi kepercayaan memimpin. Ia bercita-cita menjadikan Kadin Kabupaten Purwakarta sebagai rumah besar bagi seluruh pelaku usaha, sebuah wadah yang tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga berlandaskan prinsip profesionalisme, keterbukaan, semangat bekerja sama, dan memiliki kekuatan saing yang tinggi.

Baca Juga:  Bupati Subang Siapkan ASN Pendamping SPJ untuk Sekolah, Kepala Sekolah Diminta Fokus Benahi Pendidikan

“Visi kami adalah mewujudkan Kadin Kabupaten Purwakarta sebagai rumah besar dunia usaha yang profesional, inklusif, kolaboratif, dan berdaya saing. Hal ini kami tujukan semata-mata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang tidak hanya maju pesat, tetapi juga mandiri dan berkelanjutan bagi kesejahteraan seluruh masyarakat,” ujar Bos Beye, kepada awak media, di Bandung.

Untuk mewujudkan visi luhur tersebut, Bos Beye telah menyusun tujuh misi strategis yang menjadi peta jalan langkah kerjanya, disusun secara bijaksana dan menyentuh seluruh aspek penting dalam dunia usaha dan pembangunan ekonomi daerah:

Pertama, Memperkuat Kelembagaan Kadin

Ia menekankan bahwa kekuatan organisasi terletak pada tata kelola yang baik. Oleh karenanya, ia bertekad membangun Kadin yang profesional, transparan dalam setiap kebijakan, kokoh persatuannya, dan benar-benar mampu menjadi wakil serta penyalur aspirasi yang sah bagi seluruh pelaku usaha yang ada di wilayah Purwakarta.

Kedua, Mendorong Pertumbuhan UMKM dan Pengusaha Lokal

Menyadari bahwa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah adalah tulang punggung ekonomi rakyat, Bos Beye berkomitmen meningkatkan kapasitas para pelaku usaha, membuka akses pasar yang lebih luas, memudahkan akses permodalan, serta memperkuat daya saing produk lokal agar mampu tumbuh dan bertahan secara berkelanjutan di tengah persaingan zaman.

Baca Juga:  Rp35 Miliar: Opini Tanpa Gugatan, Fakta yang Diputarbalikkan?

Ketiga, Menjadi Mitra Strategis Pemerintah Daerah

Sinergi antara dunia usaha dan pemerintah adalah kunci kesejahteraan. Ia ingin membangun kerja sama yang produktif, harmonis, dan saling menguatkan bersama pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dunia pendidikan, serta seluruh pemangku kepentingan lainnya demi percepatan pembangunan ekonomi yang merata.

Keempat, Menciptakan Iklim Investasi yang Kondusif

Kemajuan daerah sangat bergantung pada kemudahan berusaha. Bos Beye akan mendorong terciptanya lingkungan bisnis yang ramah, mempercepat masuknya investasi, serta memperkuat sektor-sektor unggulan seperti industri, perdagangan, jasa, pariwisata, dan ekonomi kreatif yang menjadi potensi besar Purwakarta.

Kelima, Memperluas Jaringan Kemitraan dan Peluang Usaha

Tidak ingin dunia usaha Purwakarta berjalan sendiri, ia berniat menjembatani pelaku usaha lokal untuk terhubung dengan jejaring bisnis yang lebih luas, baik di tingkat regional, nasional, hingga internasional. Hal ini akan dilakukan melalui kolaborasi, promosi potensi daerah, serta berbagai forum investasi yang strategis.

Baca Juga:  Perang Terbuka ZeinJo: Dulu Sepasang, Kini Berhadapan di Ujung Hukum?

Keenam, Mengembangkan SDM Dunia Usaha yang Unggul

Sumber daya manusia yang berkualitas adalah aset utama. Fokus akan diberikan pada peningkatan keterampilan melalui pelatihan, sertifikasi kompetensi, penerapan transformasi digital, serta pembinaan jiwa kewirausahaan agar pengusaha Purwakarta senantiasa adaptif, kreatif, dan tangguh menghadapi perubahan zaman.

Ketujuh, Mengedepankan Etika Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial

Di atas segalanya, Bos Beye menegaskan pentingnya membangun budaya usaha yang berintegritas tinggi, berkeadilan, serta memiliki kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan sosial. Bisnis bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga memberi manfaat luas dan kebaikan bagi seluruh masyarakat Purwakarta.

Dengan visi dan misi yang menyeluruh serta berlandaskan kearifan lokal ini, kehadiran R. Priyatna Kusumah atau Bos Beye menjadi angin segar bagi perhelatan Musyawarah Kabupaten Kadin mendatang. Harapan besar digantungkan, agar terpilihnya pemimpin organisasi dunia usaha dapat menjadi pendorong utama mewujudkan Purwakarta yang semakin istimewa, makmur, dan bermartabat.*

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran