GUGAH – Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) resmi mengumumkan hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 pada Senin (25/5/2026).
Tahun ini, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mencatat total 56.670 pendaftar.
Dari jumlah tersebut, hanya 5.576 peserta yang dinyatakan lolos dan diterima sebagai mahasiswa baru.
Kepala Kantor Komunikasi, Informasi, dan Pelayanan Publik UPI, Vidi Sukmayadi, mengatakan tingkat persaingan masuk UPI tahun ini sangat ketat.
Dari total pendaftar, tingkat penerimaan hanya mencapai 9,84 persen, sementara 51.094 peserta lainnya belum berhasil lolos seleksi.
“Berdasarkan data keketatan program studi (prodi) tahun 2026, klaster ilmu kesehatan, komunikasi, bisnis, dan ilmu sosial masih mendominasi minat calon mahasiswa,” ujarnya, dikutip dari laman resmi UPI, Kamis (28/5/2026).
Kedokteran Jadi Prodi Paling Ketat di UPI
Vidi menjelaskan, program studi Kedokteran menjadi jurusan dengan tingkat persaingan tertinggi di UPI pada 2026.
Dari 748 peminat, prodi tersebut hanya menyediakan 15 kursi dengan tingkat keketatan mencapai 2,01 persen.
Psikologi Jadi Prodi dengan Peminat Terbanyak
Sementara itu, Psikologi menjadi program studi dengan jumlah peminat terbanyak di UPI, yakni mencapai 3.039 pendaftar.
Namun, dengan daya tampung hanya 76 kursi, tingkat keketatannya mencapai 2,50 persen.
Selain itu, sejumlah prodi lain juga mencatat tingkat keketatan tinggi pada SNBT UPI 2026, di antaranya:
- Ilmu Komunikasi: 1.709 peminat, 36 diterima.
- Psikologi: 3.039 peminat, 76 diterima.
- Survei Pemetaan dan Informasi Geografis: 1.615 peminat, 45 diterima.
- Manajemen: 1.950 peminat, 60 diterima.
- Teknologi Pangan: 478 peminat, 15 diterima.
Mayoritas Pendaftar Pilih Prodi Favorit di Pilihan Pertama
Berdasarkan data penempatan pilihan prodi, mayoritas calon mahasiswa menempatkan jurusan favorit mereka pada Pilihan Pertama.
Di prodi Psikologi, misalnya, sebanyak 1.644 peserta atau 54,1 persen menjadikannya sebagai pilihan utama.
Tren serupa juga terjadi pada prodi Ilmu Komunikasi yang mencatat 833 peminat atau 48,7 persen pada pilihan pertama.
Sementara itu, prodi Manajemen mencatat 865 peserta atau 44,4 persen pada pilihan utama.
Pola berbeda justru terlihat pada prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG).
Meski memiliki jumlah peminat yang cukup tinggi, yakni 1.615 pendaftar dengan 45 peserta diterima, mayoritas peminat justru menempatkan prodi tersebut pada Pilihan Ketiga.
Jumlahnya mencapai 1.236 peserta atau sekitar 76,5 persen dari total peminat prodi tersebut.
Menurut Vidi, tingginya antusiasme serta pergeseran tren pilihan ini akan menjadi bahan evaluasi internal bagi pihak kampus untuk membaca arah minat masyarakat.
“Data ini sekaligus menjadi dasar perencanaan bagi UPI dalam mengembangkan kapasitas serta kualitas layanan pendidikan di masa depan,” pungkasnya.***



Tinggalkan Balasan