Ekonomi Digital Iran Lumpuh Akibat Pembatasan Internet 90 Hari, Pelaku Usaha Mulai Bangkit

GUGAH – Pembukaan kembali akses internet internasional di Iran setelah hampir 90 hari pembatasan membawa harapan baru bagi pelaku ekonomi digital yang selama ini terdampak berat akibat pemadaman jaringan. Kebijakan pemerintah Iran itu dinilai menjadi titik awal pemulihan aktivitas bisnis daring yang sempat lumpuh total.

Dikutip dari Kontan, pemerintah Iran mulai memulihkan akses internet global setelah pembatasan panjang yang diterapkan di tengah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Presiden Iran Masoud Pezeshkian disebut telah memerintahkan normalisasi akses internet yang sebelumnya dibatasi dengan alasan keamanan nasional.

Selama hampir tiga bulan, ribuan pelaku usaha kecil di Iran mengalami kerugian besar karena tidak dapat menjalankan bisnis berbasis digital. Platform seperti Instagram dan Telegram yang menjadi sarana utama perdagangan daring sempat tidak bisa diakses secara normal.

Baca Juga:  Sinergi Lintas Kementerian Perkuat UMKM dan Ekonomi Kreatif Berbasis Ekosistem Kawasan

Seorang programmer Iran bernama depan Keyumars mengatakan banyak usaha kecil kehilangan pelanggan hingga terjerat utang akibat pemadaman internet berkepanjangan.

“Mereka kehilangan segalanya selama pemadaman ini dan harus memulai lagi dari bawah nol, sambil menanggung utang besar, kerugian, dan kehilangan pelanggan,” ujarnya.

Pembatasan internet pertama kali diberlakukan pada 8 Januari saat gelombang protes anti-pemerintah meluas di berbagai wilayah Iran. Kelompok HAM HRANA melaporkan kerusuhan tersebut menyebabkan ribuan korban jiwa.

Baca Juga:  Trump Klaim Kesepakatan Akhiri Perang AS-Israel-Iran Sangat Mungkin Tercapai

Akses internet sempat dipulihkan secara terbatas pada Februari, namun kembali diperketat menyusul meningkatnya konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari.

Kembalinya akses internet kini mulai menghidupkan kembali aktivitas digital masyarakat. Warga Iran kembali dapat mengakses media sosial dan layanan komunikasi internasional setelah berbulan-bulan terisolasi dari dunia luar.

Seorang mahasiswa teknik bernama Kian Galvani mengaku sangat bahagia ketika kembali menerima notifikasi Telegram setelah layanan internet dibuka kembali.

Sementara itu, editor asal Iran Alireza Jafarzadeh menyebut berakhirnya pembatasan ini sebagai akhir dari “pemadaman internet terlama dalam sejarah dunia” setelah berlangsung selama 88 hari.

Baca Juga:  Rupiah Tertekan ke Level Rp 17.388 per Dolar AS di Tengah Buntunya Negosiasi AS-Iran

Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Iran, Seyyid Sattar Hashemi, mengatakan masyarakat Iran berhak mendapatkan komunikasi yang bebas dan ekonomi yang dinamis.

“Rakyat Iran berhak atas komunikasi yang bebas, masa depan yang cerah, dan ekonomi yang dinamis,” ujarnya seperti dikutip media pemerintah.

Meski demikian, pemulihan internet di Iran belum sepenuhnya stabil. Direktur NetBlocks, Alp Toker, menyebut sejumlah layanan seperti WhatsApp masih sulit diakses tanpa VPN di beberapa wilayah.

Ia juga menyoroti dampak besar pembatasan internet terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Iran.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran