SUBANG – Dinas Pertanian Kabupaten Subang melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pertanian bergerak cepat merespons laporan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) terkait kerusakan infrastruktur pertanian akibat bencana alam.
Tanggul sungai di Dusun Peundeuy, RT 19 RW 005, Desa Padamulya, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang dilaporkan jebol pada Selasa (26/5/2026). Kondisi tersebut mengancam lahan pertanian warga di sekitar lokasi.
Kepala UPTD Dinas Pertanian Kabupaten Subang, Muhammad Ramdan mengatakan pihaknya langsung menerjunkan tim teknis bersama Koordinator Penyuluh (Koorluh) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) guna melakukan verifikasi serta penanganan darurat di lokasi kejadian.
“Sebagai tindak lanjut penanggulangan bencana tersebut, kami langsung berkoordinasi dengan pihak Gapoktan dan Pemerintah Desa. Kami juga bergerak cepat menyurati BPBD dan Dinas PUPR untuk melakukan penanganan darurat sementara di lapangan,” ujar Muhammad Ramdan.
Dalam upaya tanggap darurat tersebut, UPTD Pertanian mengajukan sejumlah permohonan bantuan kepada instansi terkait guna meminimalisasi dampak kerusakan dan menyelamatkan lahan pertanian warga.
Kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), UPTD meminta bantuan alat berat berupa ekskavator untuk penanganan sementara di lokasi bencana. Sementara kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), diajukan bantuan material darurat seperti bronjong, kayu dolken, dan karung penahan jebolan tanggul.
Selain langkah penanganan jangka pendek, UPTD Pertanian juga menyiapkan langkah jangka panjang agar sistem pengairan pertanian dapat kembali normal dan lebih kuat menghadapi cuaca ekstrem.
“UPTD juga terus berkoordinasi intensif dengan Dinas Pertanian Kabupaten Subang untuk pengajuan perbaikan permanen melalui program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Teknis agar infrastruktur pertanian lebih kokoh ke depannya,” pungkasnya.***
Sumber: MediaJabar



Tinggalkan Balasan