Karhutla Belum Reda, Banser Kalteng Berjibaku Di Tengah Kepungan Asap Tebal

|

GUGAH — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah belum juga mereda. Asap tebal telah memenuhi wilayah tersebut selama lebih dari satu bulan, sementara api masih menyala di sejumlah titik. Di tengah kondisi itu, 100 personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) se-Kalimantan Tengah terus terlibat dalam upaya pemadaman dan penanganan dampak kebakaran.

Kasatkorwil Banser Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Ariton Kholiq, mengatakan personel Banser telah diterjunkan sejak Agustus untuk membantu penanganan karhutla. Hingga Selasa (13/10/2026), mereka masih bersiaga dan melakukan pemadaman secara bergantian.

“Api masih menyala di beberapa titik di Kota Palangka Raya dan kabupaten lain di Kalimantan Tengah. Hingga hari ini, personel Banser tetap siaga membantu mengoleksi api di lapangan,” ujar Ariton saat diwawancarai, Selasa (13/10/2026).

Baca Juga:  Kebakaran Hutan di Garut dan Ciamis, DPRD Jabar Desak Ketegasan Hukum dan Evaluasi Kewenangan Pusat

Selain membantu pemadaman, Banser melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla. Mereka juga menyediakan rumah oksigen gratis di sejumlah lokasi sebagai bentuk dukungan bagi warga yang terdampak asap.

Namun upaya pemadaman masih menghadapi kendala, terutama keterbatasan peralatan. Ariton menyebut ketersediaan selang menjadi salah satu kebutuhan mendesak karena jarak antara sumber air dan titik kebakaran terkadang cukup jauh.

“Kendala kami adalah batasan selang untuk menjangkau titik api, terutama yang berada di tengah area kebakaran. Terkadang jarak dari sumber air ke titik api cukup jauh,” katanya.

Baca Juga:  PC IPPNU Garut Pacu Konsolidasi, Tuntaskan Amanah Masa Khidmat

Di tengah kondisi asap yang semakin tebal, keselamatan personel juga menjadi perhatian. Berdasarkan informasi terakhir yang diterima, dua sahabat Banser melaporkan mengalami kekurangan oksigen akibat paparan asap. Kondisi terkini keduanya masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.

Ariton menyampaikan bahwa personel secara umum dalam kondisi sehat. Meski demikian, dukungan suplemen untuk menjaga stamina, tambahan selang, serta peralatan operasional lainnya masih diperlukan untuk menunjang tugas di lapangan.

Ia juga menyebut koordinasi Banser dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait berjalan baik. Sinergi lintas sektor dinilai penting untuk memperkuat penanganan karhutla sekaligus melindungi masyarakat dari dampak kebakaran.

Ariton mengajak pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama memperkuat pencegahan karhutla. Pemerintah diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan dan dukungan sarana-prasarana, sementara masyarakat diminta tidak membakar lahan sembarangan serta segera melaporkan jika menemukan titik api.

Baca Juga:  IKA PMII Subang Minta Seleksi Calon Sekda Bebas Intervensi Politik dan Kedepankan Meritokrasi

“Pencegahan dan penanggulangan karhutla memerlukan keterlibatan semua pihak. Mari kita jaga lingkungan dan segera laporkan jika menemukan titik api. Menghalangi lebih baik daripada kemiskinan,” tegasnya.

Upaya penanganan karhutla di Kalimantan Tengah tidak hanya membutuhkan pemadaman di lokasi kebakaran, tetapi juga pencegahan berkelanjutan, ketersediaan peralatan, serta perlindungan kesehatan bagi petugas dan masyarakat. Selama titik api masih muncul dan asap mengganggu aktivitas warga, kolaborasi antarpihak menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko dan dampak kebakaran.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran