Pergunu Jabar Perkuat Kader Muda, Pendidikan Jadi Fondasi Regenerasi Organisasi

|

GUGAH — Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat memperkuat konsolidasi kader muda melalui Rapat Koordinasi Kader Muda Pergunu Jawa Barat. Forum yang digelar di Madrasah Aliyah Plus Keterampilan NU Maja, Kabupaten Majalengka, Selasa (11/8/2026), menjadi ruang bagi para kader untuk bertukar gagasan sekaligus menyusun langkah bersama menghadapi tantangan pendidikan dan organisasi ke depan.

Mengusung tema “Penguatan Kapasitas Kader Muda Pergunu Jawa Barat Berbasis Pendidikan Menuju Kader yang Unggul, Berintegritas, dan Berdedikasi,” kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada persoalan internal organisasi. Pendidikan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam pembahasan.

Ketua Pergunu Jawa Barat, Dr. H. Saepuloh, M.Pd., mengatakan kaderisasi harus dipandang sebagai investasi jangka panjang organisasi. Menurutnya, regenerasi tidak cukup hanya dengan menyiapkan pengurus baru, tetapi juga memastikan kader memiliki kemampuan dan karakter untuk menjawab persoalan pendidikan yang terus berkembang.

“Kader muda harus dipersiapkan bukan hanya untuk menjadi penerus organisasi, tetapi juga menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat. Karena itu, kapasitas, integritas, wawasan, dan dedikasi harus berjalan secara bersamaan,” ujarnya.

Baca Juga:  Jangan Jadikan Reaktivasi SPP sebagai Jalan Pintas, Saatnya Jawa Barat Membangun BOSDA yang Berkeadilan

Ia menilai tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks. Perubahan teknologi, kebijakan pendidikan, hingga kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia menuntut guru dan kader organisasi profesi untuk terus belajar dan beradaptasi.

Karena itu, kader muda Pergunu didorong tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga mampu membaca persoalan pendidikan dan menghadirkan gagasan yang relevan serta solusi yang dapat diterapkan di masyarakat.

Pendidikan Jadi Bagian dari Strategi Kaderisasi

Dalam rapat koordinasi tersebut, peserta membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan organisasi, peningkatan kapasitas kader, pengembangan jejaring, hingga penyusunan langkah konkret kaderisasi di tingkat Jawa Barat dan kabupaten/kota.

Pergunu Jabar juga menempatkan pendidikan sebagai salah satu fondasi utama dalam menyiapkan kader. Peningkatan kualitas akademik dinilai penting agar kader memiliki bekal pengetahuan sekaligus kemampuan kepemimpinan yang lebih kuat.

Saepuloh mengatakan, Pergunu Jawa Barat terus berupaya membuka akses pendidikan bagi kader muda melalui program beasiswa.

Baca Juga:  Hadirikan Seminar Pengolahan Sampah di MTsN 06 Sumedang, Rektor UNINUS Apresiasi Kinerja KKN Posko 45–46

“Untuk itu, Pergunu Jawa Barat terus konsisten memfasilitasi dan memberikan beasiswa pendidikan kepada kader-kader muda Pergunu di Jawa Barat, baik untuk jenjang S1, S2 maupun S3,” katanya.

Menurutnya, program beasiswa tersebut bukan sekadar bentuk bantuan pendidikan. Lebih jauh, program itu merupakan investasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia kader Pergunu.

Kader yang memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi diharapkan tidak hanya mengejar pencapaian akademik secara pribadi. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka diharapkan mampu membawa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh untuk memperkuat organisasi, lembaga pendidikan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Beasiswa ini bukan sekadar bantuan pendidikan. Ini adalah investasi Pergunu Jawa Barat untuk menyiapkan generasi kader yang berilmu, berkarakter, memiliki kepemimpinan, dan siap mengabdikan ilmunya bagi kemajuan pendidikan,” ujarnya.

Kader Muda Disiapkan Hadapi Perubahan

Selain pendidikan formal, Pergunu Jabar mendorong kader muda mengembangkan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Penguasaan teknologi, kemampuan membangun jejaring, kepemimpinan, serta kecakapan memahami perubahan kebijakan pendidikan dinilai menjadi bekal penting bagi kader.

Baca Juga:  Pemkot Bandung Perkuat Anggaran dan Infrastruktur Sekolah demi Tingkatkan Mutu Pendidikan

Rapat koordinasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada diskusi, tetapi menghasilkan langkah dan program yang dapat dijalankan secara nyata. Penguatan komunikasi antara kader muda dengan struktur Pergunu Jawa Barat dan jajaran pengurus di kabupaten/kota juga menjadi bagian penting dari konsolidasi tersebut.

Saepuloh menegaskan, kaderisasi harus memberikan ruang bagi generasi muda untuk belajar, berkembang, sekaligus mengambil peran.

“Kader muda hari ini adalah pemimpin pendidikan dan organisasi di masa depan. Karena itu, mereka harus disiapkan sejak sekarang dengan ilmu, karakter, pengalaman, dan kesempatan untuk berkembang,” pungkasnya.

Melalui penguatan kaderisasi, peningkatan kapasitas, dan perluasan akses pendidikan, Pergunu Jawa Barat ingin memastikan regenerasi organisasi berjalan secara berkelanjutan. Kader yang lahir diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi sebagai pendidik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan keberanian untuk mengambil peran dalam memajukan pendidikan di Jawa Barat.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran