GUGAH – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Krangkeng menggelar Dialog Publik bertajuk “Pemuda NU Digdaya, Maju dan Unggul” di Pondok Pesantren Amanillah, Desa Kedungwungu, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan yang diikuti para santri dan kader Ansor itu menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Sidqon Djampi, serta tokoh Nahdlatul Ulama, Dr. Supendi Sami’an. Dialog berlangsung interaktif dengan mengangkat isu kepemudaan, pendidikan pesantren, dan penguatan nilai-nilai khidmat di lingkungan NU.
Dalam paparannya, Sidqon Djampi mengajak generasi muda agar tidak mudah menyerah menghadapi tantangan kehidupan. Menurutnya, setiap proses yang dijalani dengan kesungguhan akan membentuk pribadi yang tangguh.
“Setiap kehidupan dan apa pun yang kita lakukan tentu memiliki rintangan. Justru dari proses itulah seseorang ditempa menjadi pribadi yang gigih dan kuat,” ujar Sidqon.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan implementasi Peraturan Daerah (Perda) tentang Pesantren agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Perda Pesantren harus dijalankan secara optimal sehingga para pengasuh pesantren dan santri memperoleh pelayanan yang baik serta kesetaraan dengan lembaga pendidikan lainnya,” tegasnya.
Sementara itu, Dr. Supendi Sami’an mengingatkan pentingnya menjalani kehidupan dengan optimisme dan keikhlasan, terutama dalam berkhidmat di Nahdlatul Ulama.
“Jangan pernah takut menghadapi kehidupan. Selama proses kita jalani dengan baik, insyaallah hasilnya juga akan baik. Begitu pula ketika kita khidmat di NU, jika dilakukan dengan ikhlas, pasti akan menghadirkan keberkahan dan manfaat,” katanya.
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Indramayu, Ulinniam, memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pengurus PAC GP Ansor Krangkeng yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Saya mengapresiasi kerja keras seluruh pengurus PAC GP Ansor Krangkeng. Semoga setelah dialog publik ini semangat khidmat kader semakin meningkat dan PAC Krangkeng dapat menjadi inspirasi bagi PAC GP Ansor lainnya di Kabupaten Indramayu,” ujarnya.
Dialog publik ini menjadi ruang konsolidasi kader sekaligus penguatan wawasan kebangsaan, ke-NU-an, dan kepemudaan, sehingga diharapkan mampu melahirkan generasi Ansor yang semakin digdaya, maju, dan unggul dalam mengabdi kepada agama, bangsa, dan masyarakat.



Tinggalkan Balasan