Edi Rusyandi Pimpin Golkar KBB: Dinamika Lahirkan Kebulatan, Perbedaan Menjadi Kekuatan

|

GUGAH – Musyawarah Daerah (Musda) V DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah usai digelar. Dalam forum yang berlangsung di Hotel Mason Pine, Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Minggu, 2 Agustus 2026, seluruh kader secara bulat dan aklamasi menetapkan Edi Rusyandi sebagai Ketua DPD Partai Golkar KBB untuk masa bakti 2026-2031.

Hasil aklamasi ini menjadi penutup yang harmonis dari rangkaian proses demokrasi internal yang sebelumnya diwarnai berbagai dinamika dan perbedaan pandangan.

Namun sebagaimana ditegaskan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Daniel Mutaqien Syafiuddin, perbedaan itu bukanlah tanda kelemahan, melainkan tanda kehidupan dan kedewasaan sebuah organisasi. “Kalau di Golkar ada dinamika itu wajar, ini bukan perpecahan, biasa saja,” kata Daniel.

Baca Juga:  LPPNU Garut Dorong Minyak Urut Herbal Angkat Ekonomi Warga

Kata-kata bijak itu sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang berkembang menjelang Musda, termasuk isu pergantian kepengurusan tingkat Kecamatan. Daniel mengingatkan bahwa setiap perubahan struktur organisasi tidak boleh dilakukan secara sepihak, melainkan harus berjalan dalam koridor aturan dan mekanisme partai.

“Pergantian struktur harus mengikuti aturan, wajib persetujuan satu tingkat di atasnya. Tidak bisa asal ganti. Demokrasi butuh tertib, tertib menjaga kebersamaan,” kata Daniel.

Musda bukan sekadar ajang memilih pemimpin baru. Lebih dari itu, ia adalah momen untuk menyembuhkan, menyatukan, dan meneguhkan langkah. Perbedaan pandangan yang terjadi sebelumnya hendaknya dijadikan pelajaran bersama, bukan alasan untuk saling menjauh.

Energi kader tidak boleh habis tersedot pada gesekan internal, melainkan harus dialirkan sepenuhnya untuk memperkuat fondasi organisasi hingga ke tingkat akar rumput, serta mempersiapkan diri menghadapi Pemilu dan Pilkada mendatang.

Baca Juga:  Sa’adatuna Bukan Sekadar Aplikasi, tapi Lompatan Peradaban NU

Tujuan yang ditetapkan pun tegas dan mulia: Golkar Bandung Barat harus mampu melampaui capaian sebelumnya, menambah jumlah kursi legislatif secara bermakna, dan kembali menjadi kekuatan utama yang dipercaya rakyat.

Demisioner Ketua DPD Golkar KBB, Dadan Supardan, menyambut berakhirnya Musda dengan penuh rasa syukur dan harapan. Ia menegaskan bahwa musyawarah dan mufakat harus tetap menjadi jiwa Partai Golkar.

“Musyawarah mufakat adalah jalan kebijaksanaan kita. Dari perbedaan lahir kebulatan tekad, dari kebulatan lahir kekuatan untuk melayani rakyat,” kata Dadan.

Terpilihnya Edi Rusyandi secara aklamasi menjadi bukti bahwa meski sempat berbeda jalan, akhirnya seluruh kader kembali bersatu dalam satu tujuan.

Baca Juga:  LBH GP Ansor Desak Polisi Tahan Tersangka Penganiayaan Rida

Kepemimpinan baru ini kini memikul amanah besar: menjaga keutuhan keluarga besar Golkar KBB, mempererat silaturahmi antar kader, dan mewujudkan harapan agar Golkar semakin dipercaya, semakin kuat, dan semakin menang di masa mendatang.

“Harapannya Golkar menang. Bukan menang untuk kekuasaan semata, tapi menang untuk rakyat, untuk Bandung Barat yang lebih sejahtera dan bermartabat,” tambah Dadan.

Dengan terpilihnya kepemimpinan baru secara aklamasi, kini tidak lagi ada “saya dan kamu”, melainkan hanya ada kita, Golkar, Bersatu, Maju, Menang. Semoga amanah ini dijalankan dengan tulus, rendah hati, dan penuh tanggung jawab, demi kebesaran partai serta pengabdian yang nyata bagi masyarakat Kabupaten Bandung Barat.***

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran