GUGAH — Mamah (50) sudah 18 tahun berdagang surabi. Sehari-hari, ia mangkal di Sindangkasih, Purwakarta.
Ia terbiasa bangun pukul 01.00 dini hari, kemudian menyiapkan adonan surabi hingga pukul 03.00. Menjelang subuh, Surabi Mamah mulai menyapa para pembeli.
Ada tiga varian surabi yang dijual, yakni surabi oncom, surabi manis, dan surabi telur. Makanan khas berbahan tepung beras dan parutan kelapa itu menjadi andalan usahanya.
Surabi Mamah di Sindangkasih sudah tidak asing lagi. Pelanggannya berasal dari berbagai kalangan, termasuk sejumlah dinas dan instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta.
Bahkan, Mamah kerap diundang oleh Dedi Mulyadi untuk menyajikan surabi buatannya di Gedung Sate, Bandung.
Tentu saja, hasil berdagang di kantor gubernur itu cukup menguntungkan karena ia tidak perlu menunggu pembeli datang.
Selain itu, Mamah juga sering diundang untuk menyajikan surabi dalam berbagai kegiatan Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Subang.***



Tinggalkan Balasan