Bangun Jam Satu, Jam Tiga Dagang

|

GUGAH — Mamah (50) sudah 18 tahun berdagang surabi. Sehari-hari, ia mangkal di Sindangkasih, Purwakarta.

Ia terbiasa bangun pukul 01.00 dini hari, kemudian menyiapkan adonan surabi hingga pukul 03.00. Menjelang subuh, Surabi Mamah mulai menyapa para pembeli.

Ada tiga varian surabi yang dijual, yakni surabi oncom, surabi manis, dan surabi telur. Makanan khas berbahan tepung beras dan parutan kelapa itu menjadi andalan usahanya.

Baca Juga:  Berbekal Ilmu dan Adab, 62 Siswa MA Plus Al Hikam Sumedang Terjun ke Masyarakat dalam Program PPL

Surabi Mamah di Sindangkasih sudah tidak asing lagi. Pelanggannya berasal dari berbagai kalangan, termasuk sejumlah dinas dan instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

Bahkan, Mamah kerap diundang oleh Dedi Mulyadi untuk menyajikan surabi buatannya di Gedung Sate, Bandung.

Tentu saja, hasil berdagang di kantor gubernur itu cukup menguntungkan karena ia tidak perlu menunggu pembeli datang.

Baca Juga:  Ulama Sepuh NU Serukan Muktamar Berjalan Jujur dan Sesuai Akhlak NU

Selain itu, Mamah juga sering diundang untuk menyajikan surabi dalam berbagai kegiatan Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Subang.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran