GUGAH – Musim kemarau rentan terhadap kebakaran. Selain hutan, dan ladang rumput kering yang diwaspadai, pencegahan juga dilakukan di Tempat Pembuangan Ahir Sampah (TPAS).
Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Ciamis, bersama Tim Damkar Dinas Satpol PP Ciamis mebgumpulkan petugas di empat UPTD TPS dan dua TPA Ciamis, memberikan sosialisasi pencegahan dan penanganan kebakaran di tempat pembuangan sampah.
Sekretaris DPRKPLH Ciamis Aris Taufik Abadi mengatakan, kebakran di TPA biasanya dipicu oleh tumpukan sampah organik.
“Sampah organik mengandung gas metana. Jika tekanan gas metana melebihi 20 persen, akan dipastikan meledak, san terjadi kebakaran. Makanya kita harus lakukan langkah preventif, ” kata Aris, di ruang kerjanya Jl. RAA Kusumabrata – Kertasari, Jumat (17/7).
Salah satu langkah prepentif adalah dengan pemilihan dari awal sampah itu keluar. Dari sampah rumah tangga. Sampah organik kata Aris, langsung dipisah dan dikelola menjadi magot. Sehingga penumpukan di TPA tidak ada atau terminimalisir.
“Kebakaran TPA ini baru – baru ini kan terjadi di Depok, itu susah dipasamkan karena tumpukannya berlapis – lapis sampai bawah. Makanya di sini, kita hindari tumpukan yang memingkinkan munculnya tekanan gas metana yang dapat memicu kebakaran,” ujar Aris.
Aris juga mengimbau, masyarakat tidak membakar sampah di kebun atau halaman rumah. Hal tersebut dilarang di Perda Ciamis.
“Kan suka ada ya yang bakar sampah di pembuangan sampah di rumah, nah itu sebenarnya dilarang, ada Perda nya. Apalagi sekarang memasuki musim kemarau, itu juga bisa memicu kebakaran, ” kata Aris. ****



Tinggalkan Balasan