Kemnaker Beberkan Kiat Agar Perusahaan Lolos Jadi Mitra Program Pemagangan Nasional 2026

|

GUGAH – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan panduan bagi perusahaan yang ingin bergabung sebagai mitra penyelenggara Program Pemagangan Nasional (PPN) Angkatan II Batch 1 Tahun 2026. Perusahaan diminta memastikan seluruh persyaratan administrasi maupun substansi program telah dipenuhi agar peluang lolos dalam proses seleksi semakin besar.

Seiring dibukanya pendaftaran peserta PPN Angkatan II Batch 1 Tahun 2026, lulusan perguruan tinggi kini sudah dapat memilih lowongan magang yang tersedia di perusahaan-perusahaan yang telah dinyatakan lolos sebagai mitra penyelenggara.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, mendorong para lulusan untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai langkah awal memasuki dunia kerja.

“Kami mengajak para lulusan perguruan tinggi untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan memilih lowongan magang yang sesuai dengan minat dan kompetensinya,” ujar Darmawansyah dalam keterangan tertulis.

Baca Juga:  Laba Pupuk Indonesia Melonjak 230 Persen

Di sisi lain, Kemnaker juga memberikan penjelasan bagi perusahaan yang belum berhasil lolos sebagai mitra penyelenggara pada batch kali ini. Berdasarkan hasil verifikasi sistem, terdapat dua jenis notifikasi yang dapat diterima perusahaan.

Perusahaan yang memperoleh status “Penyelenggara Dalam Proses Verifikasi” belum dapat mengikuti penyelenggaraan PPN Angkatan II Batch 1 Tahun 2026. Meski demikian, perusahaan tersebut akan otomatis mengikuti proses verifikasi dan seleksi pada batch berikutnya yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.

Sementara itu, perusahaan yang menerima notifikasi “Penyelenggara Ditolak” harus melakukan pendaftaran ulang apabila ingin mengikuti proses seleksi pada batch selanjutnya.

Baca Juga:  Reynaldy Pastikan Pembangunan Mall di Subang Dimulai Tahun Ini

Agar peluang diterima sebagai mitra semakin besar, Kemnaker mengimbau perusahaan memperhatikan sejumlah aspek penting.

Pertama, memastikan data Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP) telah lengkap dan diperbarui. Data tersebut mencakup profil perusahaan, jumlah tenaga kerja, hingga identitas pegawai. Selain itu, operator dan mentor yang akan mendampingi peserta magang juga harus sudah terdaftar dalam sistem WLKP.

Kedua, lowongan magang yang diajukan harus sesuai dengan kompetensi lulusan perguruan tinggi. Posisi yang bersifat operator atau tidak mendukung pengembangan kemampuan peserta berpotensi tidak lolos pada tahap verifikasi.

Ketiga, perusahaan perlu menyusun kurikulum pemagangan yang relevan dengan posisi yang ditawarkan sehingga proses pembelajaran peserta dapat berjalan sesuai tujuan program.

Baca Juga:  Imbas Pelemahan Rupiah terhadap Sektor Peternakan, Mendag Budi Santoso: Telur Saja Surplus

“Kurikulum yang jelas dan sesuai dengan posisi magang akan mempermudah proses verifikasi,” ujar Darmawansyah.

Menurut Kemnaker, kualitas kurikulum menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian calon mitra penyelenggara karena berkaitan langsung dengan peningkatan kompetensi peserta selama mengikuti program.

Di akhir keterangannya, Darmawansyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan Program Pemagangan Nasional. Ia menilai keterlibatan dunia usaha menjadi faktor penting dalam memperluas akses pemagangan yang berkualitas sekaligus menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi lulusan perguruan tinggi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh perusahaan yang telah berpartisipasi dalam Program Pemagangan Nasional Angkatan II Batch 1 Tahun 2026,” ujar Darmawansyah.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran