GUGAH – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, yang menyebut PBNU membutuhkan kepemimpinan baru.
Gus Yahya menilai pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi Cak Imin. Namun, ia menyebut Cak Imin belum memahami dinamika internal Nahdlatul Ulama karena belum pernah menjadi bagian dari struktur kepengurusan organisasi.
“Ya silakan saja kalau Pak Muhaimin membuat pernyataan begitu. Tapi saya kira ya karena beliau memang ya mungkin kurang mengerti tentang NU ya, karena seumur hidup beliau belum pernah jadi pengurus NU di semua tingkatan jadinya. Jadi pengurus Ranting saja belum pernah,” ujar Gus Yahya di Kantor PBNU, Selasa (14/7/2026).
Bantah PBNU Jalan di Tempat
Gus Yahya juga membantah pernyataan Cak Imin yang menilai tidak ada perubahan berarti di tubuh PBNU selama lima tahun terakhir. Menurutnya, berbagai pembenahan organisasi telah dirasakan oleh jajaran pengurus hingga tingkat paling bawah.
Ia meyakini capaian kepengurusan PBNU saat ini merupakan perubahan yang bersifat mendasar dan dapat dirasakan langsung oleh warga Nahdlatul Ulama.
“Beliau tidak tahu berubah tidak berubahnya seperti apa kan tidak tahu. Nah sementara kalau dicek ke jajaran NU sampai ke bawah, saya kira tidak ada yang bisa menolak tentang kemajuan-kemajuan fundamental yang sudah berhasil dicapai selama kepengurusan periode ini,” imbuhnya.
Persilakan Siapa Pun Maju
Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, Gus Yahya menilai munculnya dinamika mengenai calon Ketua Umum PBNU merupakan hal yang wajar. Menurutnya, posisi pimpinan organisasi tentu menarik perhatian banyak pihak.
“Dinamika internal ya biasa-biasa saja. Ya kalau orang kepingin jadi Ketua Umum PBNU itu ya banyak yang pengen lah ya. Namanya Ketua Umum kan gagah kayak saya gini nih ya. Sehingga kalau banyak yang pengen biasa,” ujarnya.
Ia mengaku hingga kini belum mengetahui adanya figur lain yang secara resmi menggalang dukungan dari pengurus wilayah maupun cabang. Meski demikian, Gus Yahya mempersilakan siapa pun yang memenuhi syarat untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.
Bahkan, ia menyebut Cak Imin juga memiliki kesempatan apabila ingin mengikuti kontestasi, dengan syarat memenuhi ketentuan organisasi, termasuk tidak menjabat sebagai pimpinan partai politik.
“Kita tunggu saja, masih ada waktu sampai akhir Agustus. Tapi sekali lagi kalau ada yang ingin maju, misalnya Pak Muhaimin Iskandar ingin mundur dari Ketua Umum PKB nyalon Ketua Umum PBNU, itu juga wajar saja. Dulu saya juga dengan terang-terangan menyatakan maju sebagai calon,” tantang Gus Yahya.
Kembali Maju di Muktamar
Dalam kesempatan yang sama, Gus Yahya memastikan dirinya akan kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35. Ia mengatakan masih memiliki sejumlah agenda strategis yang ingin dituntaskan pada periode berikutnya.
“Saya memang mencalonkan lagi. Karena pertama, saya ingin menyelesaikan agenda-agenda yang sejak awal sudah saya bangun. Dan saya sekarang lebih mengerti tentang bagaimana menyempurnakan capaian-capaian yang sudah berhasil diperoleh ini agar bisa sungguh-sungguh dirasakan manfaatnya secara nyata oleh warga Nahdlatul Ulama,” katanya.
Sebelumnya, Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan PBNU memerlukan sosok pemimpin baru untuk menghadapi tantangan organisasi ke depan. Menurut Cak Imin, kepemimpinan yang lebih segar diperlukan setelah masa kepengurusan selama lima tahun.
“Ya pemimpin yang baru. Saat ini butuh pemimpin baru yang fresh,” ujar Cak Imin saat ditemui di Kemang, Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Cak Imin juga menyampaikan penilaiannya terhadap kepemimpinan PBNU saat ini.
“Karena yang lama sudah lima tahun enggak ada perubahan,” singkat Cak Imin.
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Forum tersebut akan menentukan arah kebijakan organisasi sekaligus memilih Ketua Umum PBNU untuk masa khidmat berikutnya.***



Tinggalkan Balasan