GUGAH – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya langsung bertolak ke Jombang setelah kembali ke Indonesia usai menjalankan misi kenegaraan ke Iran. Setibanya di Kota Santri, Gus Yahya berziarah ke makam tiga pendiri Nahdlatul Ulama (NU), yakni KH Hasyim Asy’ari di Tebuireng, KH Wahab Hasbullah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, serta KH Bisri Syansuri di Denanyar.
Kunjungan tersebut juga menjadi rangkaian agenda menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Menurut Gus Yahya, pelaksanaan muktamar di pesantren bersejarah itu menjadi harapan besar warga NU agar forum permusyawaratan tertinggi organisasi berlangsung penuh keberkahan dan mampu melahirkan keputusan yang membawa manfaat bagi umat.
“Muktamar ini memenuhi harapan warga NU. Pelaksanaannya diharapkan membawa berkah dari para ulama. Apalagi digelar di pesantren yang menjadi tempat perjuangan salah seorang pendiri Nahdlatul Ulama, yakni Kiai Wahab Hasbullah,” ujarnya, Minggu (12/7/2026).
Gus Yahya optimistis Muktamar NU dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang bermanfaat bagi organisasi, bangsa, dan kemanusiaan.
“Insya Allah muktamar berjalan dengan baik, lancar, dan menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa maslahat bagi Nahdlatul Ulama, cabangnya, jam’iyahnya, warganya, bagi Indonesia, agama, dan kemanusiaan seluruhnya,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Gus Yahya juga menceritakan alasan dirinya baru dapat berkunjung ke Jombang. Semula ia telah menjadwalkan datang pada Kamis, namun agenda tersebut harus ditunda setelah menerima penugasan dari Presiden Republik Indonesia untuk bergabung dalam delegasi resmi pemerintah ke Iran.
“Saya mendapat komunikasi agar bersiap-siap ikut dalam delegasi yang mewakili Presiden dan Pemerintah Indonesia untuk menyampaikan penghormatan dan belasungkawa di Iran. Karena itu saya berangkat ke Iran terlebih dahulu,” tuturnya.
Sepulang dari Iran, Gus Yahya mengaku tidak langsung pulang ke rumah. Dari bandara, ia langsung melanjutkan perjalanan menuju Jombang demi memenuhi agenda silaturahmi dan ziarah yang telah direncanakan.
“Kemarin begitu mendarat dari Iran, saya langsung pindah bandara dan langsung berangkat ke Jombang. Alhamdulillah akhirnya bisa hadir di sini,” ungkapnya.
Selama berada di Iran, delegasi Pemerintah Indonesia menggelar sejumlah pertemuan dengan pejabat tinggi negara tersebut, termasuk Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Iran. Dalam pertemuan itu, delegasi Indonesia menyampaikan belasungkawa atas nama Presiden dan Pemerintah Republik Indonesia sekaligus membawa pesan perdamaian.
“Sesuai mandat Presiden, kami mewakili Pemerintah Indonesia menyampaikan belasungkawa kepada Pemerintah Iran,” pungkasnya.***



Tinggalkan Balasan