GUGAH – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya langsung bertolak ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Minggu (12/7/2026), sesaat setelah kembali ke Indonesia usai mengikuti misi diplomatik pemerintah ke Iran.
Kedatangan Gus Yahya disambut jajaran pengasuh dan keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari agenda silaturahmi menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 yang direncanakan berlangsung di Tambakberas.
Dalam keterangannya, Gus Yahya mengungkapkan bahwa kunjungan ke Tambakberas sebenarnya telah dijadwalkan sejak beberapa hari sebelumnya. Namun agenda tersebut harus ditunda karena dirinya mendapat penugasan dari Presiden Republik Indonesia untuk bergabung dalam delegasi resmi pemerintah ke Iran.
“Sebenarnya saya sudah merencanakan sowan ke Tambakberas pada Kamis lalu. Tetapi sehari sebelumnya saya mendapat pemberitahuan agar bersiap bergabung dengan delegasi yang mewakili Presiden dan Pemerintah Indonesia ke Iran,” ucap Gus Yahya.
Ia menjelaskan, sepulang dari Iran dirinya tidak langsung pulang ke rumah. Dari bandara, ia langsung melanjutkan perjalanan menuju Jombang untuk memenuhi agenda silaturahmi yang sebelumnya tertunda.
Menurut Gus Yahya, delegasi Indonesia membawa mandat menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran sekaligus membawa pesan perdamaian dari Pemerintah Indonesia.
“Pesan utama yang kami bawa adalah menyampaikan belasungkawa sekaligus mendorong agar proses berikutnya mengarah pada terciptanya perdamaian. Itulah mandat yang diberikan Presiden kepada delegasi Indonesia,” katanya.
Selama berada di Iran, delegasi Indonesia melakukan sejumlah pertemuan dengan pejabat tinggi negara tersebut, termasuk Menteri Luar Negeri Iran, Ketua Parlemen Iran, dan Ketua Tim Perunding Iran. Dalam kesempatan itu, Indonesia menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung upaya penyelesaian konflik melalui jalur damai.
Selain membawa mandat pemerintah, Gus Yahya mengaku turut menyampaikan aspirasi moral dari keluarga besar Nahdlatul Ulama.
“Saya sampaikan bahwa warga Nahdlatul Ulama sejak awal terus berdoa agar seluruh umat Islam mendapat perlindungan dari Allah SWT dan berharap semua konflik dapat diselesaikan melalui jalan damai yang membawa kemaslahatan bagi umat manusia,” tuturnya.
Menurutnya, pesan yang disampaikan delegasi Indonesia diterima dengan baik oleh para pejabat Iran. Ia berharap ikhtiar tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan perdamaian di kawasan Timur Tengah.
“Alhamdulillah, apa yang disampaikan delegasi Indonesia diterima dengan baik. Semoga ikhtiar kecil ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan perdamaian,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Yahya juga menyampaikan rasa syukurnya atas penetapan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sebagai lokasi penyelenggaraan Muktamar NU ke-35. Menurutnya, pesantren yang didirikan salah satu muassis NU, KH Wahab Chasbullah, memiliki nilai historis dan spiritual yang kuat bagi perjalanan organisasi.
Ia berharap pelaksanaan muktamar di Tambakberas dapat menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang membawa manfaat bagi Nahdlatul Ulama, bangsa Indonesia, dan masyarakat luas.
“Kita berharap Muktamar NU di Tambakberas menjadi momentum yang penuh keberkahan serta mampu melahirkan keputusan-keputusan terbaik bagi masa depan Nahdlatul Ulama dan kemaslahatan umat,” pungkasnya.***



Tinggalkan Balasan