GUGAH – Polemik penentuan lokasi Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) kembali menghangat. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Bangka Belitung, Masmuni Mahatma, membantah klaim yang menyebut 32 PWNU di seluruh Indonesia telah menyatakan dukungan agar muktamar digelar di Jakarta.
Masmuni menilai klaim tersebut tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di internal organisasi. Bahkan, menurutnya, dukungan itu patut dipertanyakan karena kepengurusan PWNU DKI Jakarta sendiri masih bermasalah dalam administrasi Kepengurusan dan belum seluruh struktur di tingkat cabang aktif.
“Gak benar itu klaim 32 PWNU setuju Muktamar di Jakarta, PWNU DKI nya aja ada perpanjangan SK, PCNU nya aja baru dua yang aktif,” katanya, saat dikonfirmasi, Minggu (5/7).
Ia menegaskan, penentuan lokasi muktamar tidak seharusnya didasarkan semata-mata pada pertimbangan fasilitas maupun kemudahan penyelenggaraan.
“Jangan hanya persoalan dohir, karena Jakarta banyak hotel dan sebagainya kemudian Muktamar harus di Jakarta, gak benar itu, Batinnya Muktamar NU harus dilaksanakan di Lirboyo,” ungkap dia.
Menurut Masmuni, memasuki abad kedua NU, organisasi membutuhkan momentum untuk kembali memperkuat akar tradisi kepesantrenan. Karena itu, ia menilai Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri memiliki nilai historis, sosiologis, dan spiritual yang kuat sebagai lokasi penyelenggaraan muktamar.
“Di abad yang kedua ini NU membutuhkan pondok-pondok pesantren yang akarnya jelas. Akar sosiologisnya, historisnya jelas. Dan Lirboyo itu enggak bisa lagi diragukan kalau soal itu,” paparnya.
Masmuni juga mempertanyakan penggunaan dukungan PWNU sebagai tolok ukur aspirasi warga NU. Menurutnya, suara Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) justru lebih representatif karena merupakan pemilik hak suara dalam muktamar dan jumlahnya jauh lebih banyak.
“Yang jadi barometernya bukan PWNU, Harusnya PWNU bisa jadi penyambung lidah para PCNU, PWNU kan paling jumlahnya 30an, PCNU kan ada sekitar 500 PCNU, dan kebanyakan sudah menyatakan sikap mereka ingin Muktamar di Lirboyo,” tuturnya.
Ia mengklaim sejumlah PCNU dari berbagai daerah telah menyampaikan sikap resmi yang menginginkan Muktamar Ke-35 NU digelar di Lirboyo.
“Bnayak PCNU yang sudah menyatakan sikap, Jatim, Babel, dan masih banyak lah yang sudah sah dan resmi menyatakan sikap tempat muktamar harus di Lirboyo,” ujarnya.
Sebelumnya, PWNU Lampung menyatakan sebanyak 32 PWNU mendukung DKI Jakarta sebagai lokasi penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU. Dukungan tersebut disebut merupakan hasil rapat koordinasi para ketua PWNU yang digelar secara daring pada Kamis (2/7/2026) malam dan akan diusulkan kepada PBNU sebagai bahan pertimbangan penetapan lokasi muktamar.
Ketua PWNU Lampung, Puji Raharjo, menyebut dukungan terhadap Jakarta didasarkan pada kesiapan infrastruktur, kemudahan koordinasi, serta efektivitas penyelenggaraan kegiatan berskala nasional.
“PWNU Lampung bersama PWNU lainnya memberikan dukungan kepada DKI Jakarta karena dinilai memiliki kesiapan yang memadai untuk menjadi tuan rumah Muktamar Ke-35 NU. Pertimbangan ini murni didasarkan pada aspek efektivitas penyelenggaraan, kemudahan koordinasi, serta kemaslahatan organisasi,” ujar Ketua PWNU Lampung Puji Raharjo.***



Tinggalkan Balasan