GUGAH — Selama hampir satu bulan, denyut kehidupan Kampung Cibolang Kidul, Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, berirama dalam satu harmoni yang sama. Bukan sekadar rangkaian seremoni, melainkan sebuah perayaan peradaban yang memadukan pendidikan, dakwah, budaya, dan pengabdian sosial dalam satu bingkai besar bertajuk Simfoni 43 Tahun Pondok Pesantren Nurul Huda Yaspin.
Mengusung tema “Menjaga Nilai, Melindungi Martabat, Mengawal Perubahan”, peringatan Milad ke-43 ini berhasil menghadirkan wajah pesantren sebagai pusat lahirnya ilmu, tumbuhnya akhlak, sekaligus rumah besar yang mempersatukan masyarakat. Lebih dari sekadar memperingati usia, momentum ini menjadi refleksi perjalanan panjang sebuah lembaga pendidikan Islam yang selama lebih dari empat dekade terus menyalakan pelita keilmuan di tengah derasnya perubahan zaman.
Momentum tahun ini menjadi catatan bersejarah. Setelah 33 tahun, perayaan Milad Pondok Pesantren kembali diselenggarakan berbarengan dengan Haflah Ikhtitam seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Yaspin Nurul Huda. Sebuah peristiwa yang menghadirkan seluruh elemen pesantren dalam satu panggung kebersamaan, mulai dari santri, guru, alumni, wali santri, tokoh masyarakat hingga pemerintah.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak 1 hingga 22 Juni melalui Musabaqah Antar Santri, yang menjadi ruang bagi para santri mengasah kemampuan, sportivitas, dan kecintaan terhadap ilmu-ilmu keislaman.
Pada 16 Juni, semangat Tahun Baru Islam disambut melalui Pawai Obor 1 Muharram. Ribuan cahaya obor mengalir menyusuri jalan-jalan Kampung Cibolang, menjadi simbol bahwa cahaya iman akan terus diwariskan kepada generasi penerus.
Suasana penuh keceriaan kemudian hadir pada 18 Juni melalui Lomba Fashion Show Kids, yang mengajarkan keberanian tampil sekaligus menanamkan nilai kesopanan dan karakter islami kepada anak-anak sejak dini.
Memasuki 19 Juni, para santri melaksanakan Gerakan Bebersih Masjid se-Kampung Cibolang, sebuah agenda pengabdian yang telah menjadi tradisi setiap peringatan Milad Pondok Pesantren Nurul Huda Yaspin. Dengan semangat gotong royong, para santri membersihkan masjid-masjid di lingkungan Cibolang sebagai wujud kepedulian terhadap rumah Allah sekaligus menanamkan nilai bahwa kebersihan adalah bagian dari iman. Kegiatan ini tidak hanya menjadi aksi sosial, tetapi juga pendidikan karakter yang mengajarkan pentingnya melayani masyarakat, merawat tempat ibadah, serta menghidupkan budaya khidmat yang telah diwariskan oleh para pendahulu pesantren.
Agenda pendidikan berlangsung berturut-turut melalui Haflah Ikhtitam dan Akhirussanah seluruh lembaga pendidikan. Dimulai dari Madrasah Ibtidaiyah pada 20 Juni, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Diniyah pada 21 Juni, Taman Kanak-kanak pada 22 Juni, hingga Madrasah Aliyah pada 23 Juni. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya proses belajar sekaligus awal perjalanan baru bagi para lulusan.
Masih pada 22 Juni, ribuan jamaah larut dalam kekhusyukan Festival Sholawat Nurul Huda Batch IX, yang telah menjadi ikon tahunan pesantren. Lantunan shalawat menggema, menghadirkan suasana religius yang mempererat kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Sementara pada 23 Juni, kreativitas para santri ditampilkan melalui Pentas Seni Santri, membuktikan bahwa pendidikan pesantren tidak hanya melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu mengekspresikan bakat seni dalam koridor nilai-nilai Islam.
Puncak nuansa spiritual berlangsung pada 24 Juni melalui Wisuda Tahfidz Al-Qur’an, Istighosah Asyura, Santunan Anak Yatim dan Dhuafa, Apresiasi Asatidz Cibolang, serta Wisuda Santri Kitab. Tangis haru dan rasa syukur menyelimuti para wisudawan, orang tua, dan seluruh tamu yang hadir menyaksikan lahirnya para penghafal Al-Qur’an dan santri kitab yang telah menyelesaikan proses pendidikan mereka.
Kemeriahan Simfoni 43 Tahun mencapai puncaknya pada 25 Juni melalui Pawai Drumband, Samen Santri TPQ, Pesta Rakyat Cibolang, hingga Closing Milad yang ditutup dengan Tabligh Akbar menghadirkan Ustadz Aby Shalma (Arjuna Cianjur) sebagai mubaligh serta Qori Internasional Wahyu Andi yang membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Ribuan masyarakat memadati lokasi kegiatan, menjadikan penutupan Milad sebagai momentum syiar Islam sekaligus pesta kebersamaan warga Cibolang.
Seluruh rangkaian kegiatan dipimpin langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Huda Yaspin, Drs. KH. Abdul Aziz, dengan kepanitiaan yang diketuai Moch. Fahmi Amiruddin. Hadir pula Kepala Desa Cibatu Asep Rahmat, Dr. H. Abubakar Sidik, M.Ag., Rektor Institut Al-Masthuriyah Sukabumi, para ulama, tokoh masyarakat, alumni, serta seluruh elemen masyarakat Cibolang yang bersama-sama menyukseskan perhelatan tersebut.
Dalam sambutannya, Drs. KH. Abdul Aziz menyampaikan bahwa Milad ke-43 bukan sekadar memperingati usia berdirinya pesantren, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen menjaga warisan para pendiri pesantren.
“Empat puluh tiga tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Pesantren ini dibangun dengan doa, perjuangan, dan keikhlasan para pendahulu. Tugas kita hari ini bukan hanya merawat bangunannya, tetapi menjaga nilai-nilai yang diwariskan agar tetap hidup di hati para santri dan masyarakat. Perubahan adalah keniscayaan, tetapi akhlak, ilmu, dan tradisi pesantren harus tetap menjadi fondasi dalam setiap langkah,” ungkapnya.
Beliau menegaskan bahwa Pondok Pesantren Nurul Huda Yaspin akan terus berkomitmen mencetak generasi Qurani yang memiliki kedalaman ilmu, keluhuran akhlak, serta kepedulian terhadap umat dan bangsa.
Sementara itu, Ketua Panitia, Moch. Fahmi Amiruddin, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak awal Juni hingga puncak acara pada 25 Juni.
“Alhamdulillah, seluruh agenda dapat terlaksana dengan lancar. Keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama. Mulai dari para asatidz, santri, alumni, tokoh masyarakat, ibu-ibu, para pemuda Cibolang, hingga seluruh warga yang bahu-membahu tanpa mengenal lelah. Semangat gotong royong inilah yang menjadi kekuatan utama Simfoni 43 Tahun Pondok Pesantren Nurul Huda Yaspin,” ujarnya.
Menurut Fahmi, peringatan Milad tahun ini memiliki makna yang sangat istimewa karena menjadi momentum pertama dalam lebih dari tiga dekade di mana Milad pesantren diselenggarakan bersamaan dengan Haflah Ikhtitam seluruh lembaga pendidikan.
Apresiasi juga datang dari Kepala Desa Cibatu, Asep Rahmat, yang menilai Pondok Pesantren Nurul Huda Yaspin telah menjadi bagian penting dalam pembangunan karakter masyarakat Desa Cibatu.
“Pesantren ini bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi telah menjadi pusat pembinaan moral dan sosial masyarakat. Banyak generasi yang lahir dari sini kemudian mengabdi di berbagai bidang kehidupan. Pemerintah Desa Cibatu sangat mengapresiasi dedikasi Pondok Pesantren Nurul Huda Yaspin dalam membangun sumber daya manusia yang berakhlak dan berilmu,” tuturnya.
Senada dengan itu, Rektor Institut Al-Masthuriyah Sukabumi, Dr. H. Abubakar Sidik, M.Ag., menilai tema Milad tahun ini sangat relevan dengan tantangan zaman.
“Pesantren merupakan benteng peradaban. Di tengah derasnya arus perubahan, pesantren harus tetap mampu menjaga nilai-nilai keislaman sekaligus melahirkan generasi yang adaptif, berwawasan luas, dan mampu memberikan solusi bagi masyarakat. Tema ‘Menjaga Nilai, Melindungi Martabat, Mengawal Perubahan’ adalah pesan yang sangat penting bagi dunia pendidikan Islam hari ini,” katanya.
Keberhasilan Simfoni 43 Tahun tidak hanya lahir dari kerja panitia, tetapi juga dari semangat gotong royong seluruh masyarakat Cibolang. Para pemuda menjadi garda terdepan dalam setiap persiapan, para asatidz membimbing setiap rangkaian kegiatan, para alumni turut memberikan dukungan, sementara masyarakat membuka ruang dan hati untuk bersama-sama menyukseskan agenda besar pesantren.
Pada akhirnya, Simfoni 43 Tahun Pondok Pesantren Nurul Huda Yaspin bukan hanya menjadi penutup rangkaian kegiatan tahunan. Ia menjelma menjadi penegasan bahwa pesantren tetap berdiri sebagai benteng nilai, penjaga martabat, sekaligus pengawal perubahan. Dari Cibolang, cahaya ilmu terus dinyalakan, menyinari generasi demi generasi agar tumbuh menjadi insan yang beriman, berilmu, berakhlak, dan mampu memberi manfaat bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.***



Tinggalkan Balasan