GUGAH – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) APKARINDO Jawa Barat meluncurkan Gerakan Lumbung Karet APKARINDO sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi petani karet. Program tersebut diperkenalkan dalam Rembug Petani Karet APKARINDO Jawa Barat bertema “Optimalisasi Produksi Kebun di Tengah Meningkatnya Harga Karet Nasional” di Koperasi Wangunwatie, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (26/6/2026).
Kegiatan itu dihadiri sekitar 150 petani karet dari Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Pangandaran, Ciamis, dan Kabupaten Bandung Barat. Hadir pula Ketua Umum DPP APKARINDO Irfan Ahmad Fauzi, Ketua DPW APKARINDO Jawa Barat Yusuf Ahmad Suhendar, tokoh karet Tasikmalaya H. Bunbun, serta perwakilan Dinas Perkebunan se-Jawa Barat.
Ketua Umum DPP APKARINDO Irfan Ahmad Fauzi menjelaskan, Lumbung Karet APKARINDO merupakan konsep pusat layanan terpadu bagi petani yang akan dikembangkan di setiap kecamatan sentra perkebunan karet. Program tersebut tidak hanya menyediakan sarana produksi, tetapi juga menjadi pusat informasi harga, pelatihan, pemasaran, serta penguatan kelembagaan petani.
“Kami ingin petani memiliki pusat pelayanan yang dikelola bersama. Lumbung Karet bukan sekadar tempat menyediakan kebutuhan pertanian, tetapi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi, tempat petani memperoleh informasi pasar, meningkatkan kapasitas, dan memperkuat posisi tawarnya,” ujar Irfan.
Menurut Irfan, petani selama ini masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari tingginya biaya sarana produksi, keterbatasan akses informasi harga, hingga sistem pemasaran yang belum efisien. Melalui Gerakan Lumbung Karet, APKARINDO ingin menghadirkan solusi yang langsung menjawab kebutuhan petani.
Ia juga mengajak Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendukung pengembangan program tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi desa berbasis komoditas unggulan.
“Kami berharap Bapak Gubernur Jawa Barat dapat mendukung pembentukan Lumbung Karet di setiap sentra perkebunan. Dengan sinergi pemerintah, organisasi, dan petani, kami yakin akan lahir pusat-pusat ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing komoditas karet Jawa Barat,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPW APKARINDO Jawa Barat Yusuf Ahmad Suhendar mengatakan pengembangan Lumbung Karet akan berjalan seiring dengan pembentukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) APKARINDO di setiap kecamatan. Keberadaan keduanya diharapkan mampu memperkuat pelayanan kepada petani secara berkelanjutan.
“Lumbung Karet akan menjadi rumah bersama petani. Di sana mereka bisa memperoleh kebutuhan usaha tani, informasi harga, mengikuti pelatihan, hingga membangun pemasaran secara kolektif. Kami ingin petani tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, tetapi tumbuh bersama melalui organisasi yang kuat,” ujarnya.
Melalui program tersebut, APKARINDO menegaskan komitmennya membangun sistem ekonomi kerakyatan yang berpihak kepada petani. Organisasi berharap Gerakan Lumbung Karet APKARINDO dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis desa yang mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat kelembagaan, serta mewujudkan kesejahteraan petani karet di Jawa Barat secara berkelanjutan.***



Tinggalkan Balasan