IHSG Ambles Hampir 5 Persen, Kapitalisasi Pasar Susut Jadi Rp10.455 Triliun

|

GUGAH – Tekanan jual besar-besaran membayangi pasar modal Indonesia pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau anjlok 305,94 poin atau 4,94 persen ke level 5.889,48 hingga menjelang tengah hari.

Pelemahan tersebut membuat IHSG semakin menjauh dari level psikologis 6.000 setelah dibuka di posisi 6.207,10. Sepanjang perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.213,80 dan terendah 5.876,32.

Penurunan tajam IHSG turut memangkas nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia menjadi sekitar Rp10.455,72 triliun. Sementara rasio Price to Earnings Ratio (PER) pasar berada di level 14,71 kali dengan Price to Book Value (PBV) sebesar 1,85 kali.

Baca Juga:  Bursa Berdarah-darah, IHSG Ambles 10 Persen Lebih dalam Sepekan

Di tengah koreksi IHSG, sejumlah saham masih mampu mencatat penguatan signifikan. Saham PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) memimpin daftar top gainers setelah melonjak 20,95 persen ke level 635. Disusul PT MNC Energy Investments Tbk (MSIN) yang naik 18,92 persen ke harga 440 dan PT MNC Kapital Indonesia Tbk (PMUI) yang menguat 14,71 persen ke level 78.

Baca Juga:  Tekanan Pasar Keuangan Indonesia Kian Dalam, Investor Dinilai Sedang Koreksi Risiko Nasional

Sebaliknya, tekanan jual paling dalam terjadi pada saham PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) yang anjlok 15 persen ke harga 68 per saham. Penurunan serupa juga dialami OMRE dan PTRO yang sama-sama terkoreksi 15 persen.

Sentimen Global dan Aksi Jual Membayangi

Pelemahan hampir 5 persen ini menunjukkan tingginya aksi jual di berbagai sektor. Investor masih mencermati sejumlah sentimen global, termasuk pergerakan pasar keuangan internasional, arah suku bunga global, serta kondisi nilai tukar rupiah yang turut memengaruhi psikologi pasar.

Baca Juga:  IHSG Terperosok ke Zona Merah Menjelang Rilis PDB Kuartal I-2026 di Tengah Eskalasi Konflik Global

Jika tekanan jual berlanjut hingga penutupan perdagangan, koreksi IHSG hari ini berpotensi menjadi salah satu penurunan harian terdalam sepanjang tahun 2026.

Pelaku pasar kini menanti respons regulator dan perkembangan sentimen ekonomi global yang dapat menentukan arah pergerakan IHSG pada sesi perdagangan berikutnya.

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran