GUGAH – Kabar gembira bagi keluarga jemaah haji asal Jawa Barat. Mulai musim pemulangan haji tahun 2026, para jemaah tidak lagi harus transit di Asrama Haji Indramayu setelah tiba di Tanah Air.
Jemaah yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 1 Debarkasi Kertajati dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Kertajati, Kabupaten Majalengka, Selasa (2/6/2026) pukul 06.15 WIB. Sesaat setelah proses kedatangan selesai, mereka akan langsung diberangkatkan menuju daerah masing-masing.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Barat, Boy Hari Novian, mengatakan skema baru tersebut diterapkan untuk memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi para jemaah setelah menjalani perjalanan panjang dari Arab Saudi.
“Kloter pertama Debarkasi Kertajati dijadwalkan tiba pada 2 Juni. Jemaah akan langsung kami lepas dari Bandara Kertajati dan tidak lagi kembali ke Asrama Haji Indramayu,” kata Boy, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, kebijakan tersebut mampu memangkas waktu perjalanan hingga sekitar tiga jam. Dengan demikian, jemaah dapat lebih cepat berkumpul bersama keluarga dan beristirahat di rumah masing-masing.
Seluruh layanan kedatangan juga dipusatkan di Bandara Kertajati. Air zamzam akan dibagikan langsung kepada jemaah setibanya di bandara, termasuk proses penyerahan koper besar yang diselesaikan di lokasi kedatangan.
Selain itu, pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh petugas Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) yang telah disiagakan di area bandara guna memastikan kondisi jemaah tetap terpantau setelah menempuh perjalanan dari Arab Saudi.
Boy menegaskan pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik selama proses pemulangan jemaah haji berlangsung.
“Target kami, operasional pemulangan ini berjalan sebaik-baiknya sehingga seluruh jemaah dapat kembali ke rumah masing-masing dengan aman, nyaman, dan dalam keadaan sehat,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya jemaah yang mengalami gangguan kesehatan setibanya di Tanah Air, Kanwil Kemenhaj Jawa Barat juga telah menyiapkan berbagai langkah penanganan.
Dua unit ambulans disiagakan di Bandara Kertajati selama proses kedatangan berlangsung. Jemaah yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut akan langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat yang telah bekerja sama dengan panitia penyelenggara pemulangan haji.
“Kami sudah menyiapkan ambulans. Jika ada jemaah yang terindikasi sakit dan membutuhkan perawatan, mereka dapat langsung dibawa ke rumah sakit rujukan yang telah bekerja sama dengan kami,” pungkas Boy.
Skema baru pemulangan melalui Bandara Kertajati ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan efisiensi layanan bagi ribuan jemaah haji asal Jawa Barat yang mulai kembali ke Tanah Air setelah menunaikan ibadah haji di Arab Saudi.***


Tinggalkan Balasan