GUGAH – Ferrari resmi memasuki era mobil listrik dengan meluncurkan EV pertamanya, Luce, pada Selasa (27/5/2026). Mobil yang diperkenalkan di hadapan Paus Leo XIV dan Presiden Italia itu justru memicu kontroversi besar di dunia otomotif.
Sehari setelah peluncuran, saham Ferrari anjlok lebih dari 8 persen. Investor khawatir Ferrari kehilangan identitas eksklusifnya karena meninggalkan mesin konvensional yang selama ini menjadi ciri khas merek tersebut.
Luce dirancang oleh mantan desainer Apple, Jony Ive, bersama Marc Newson, dengan konsep futuristik sebagai simbol transisi Ferrari menuju kendaraan ramah lingkungan. Namun reaksi publik jauh dari harapan.
Mantan chairman Ferrari, Luca di Montezemolo, menyebut Luce sebagai “pengkhianatan terhadap sejarah Ferrari” dan berharap logo kuda jingkrak dicopot dari mobil itu. Kritik juga datang dari Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini yang menilai desain Luce tidak mencerminkan Ferrari.
Penggemar Ferrari menyoroti hilangnya suara mesin khas yang dianggap sebagai jiwa supercar Italia tersebut. Polemik ini membuat investor mulai mempertanyakan strategi Ferrari memperluas lini kendaraan listrik di tengah melambatnya pasar EV global.
Fenomena serupa juga terjadi di industri otomotif dunia. Lamborghini membatalkan rencana mobil listrik penuh, sementara Porsche, Volvo, Ford, Honda, General Motors, hingga Stellantis mulai mengurangi investasi di sektor EV.
Meski diterpa kritik dan tekanan pasar, Ferrari menegaskan elektrifikasi tetap menjadi bagian penting strategi jangka panjang perusahaan. Peluncuran Luce kini menjadi ujian besar bagi Ferrari untuk menjaga loyalitas penggemar tradisional sekaligus menarik konsumen kendaraan listrik premium.***



Tinggalkan Balasan